Jamin Stok Aman dan Harga Stabil, Satgas Pangan Polres Pasuruan Sidak Pasar Jelang Nataru 2026

Redaksi
Oplus_16908288

PASURUAN newscakra.com — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pasuruan memperketat pengawasan terhadap ketersediaan dan fluktuasi harga bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun dengan tenang tanpa beban lonjakan harga yang tidak wajar.

 

Pengawasan terpadu ini dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan pada Kamis (18/12/2025). Operasi menyasar berbagai titik mulai dari tingkat produsen, distributor, hingga pengecer di pasar tradisional dan ritel modern.

 

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

“Satgas Pangan kami turunkan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga maupun kelangkaan barang. Stabilitas pangan adalah bagian dari menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Sidak pasar dan mini market dilakukan oleh Polres Pasuruan

Kanit Ekonomi Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, melaporkan bahwa dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar modern wilayah Pandaan, petugas tidak menemukan adanya produk makanan atau minuman yang rusak maupun kedaluwarsa. Namun, ia tetap meminta masyarakat untuk teliti.

 

“Kami mengimbau warga selalu memeriksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli,” ujar Ipda Eko.

 

Sementara itu, pemantauan di pasar tradisional Kecamatan Pandaan dan Sukorejo difokuskan pada bahan pokok penting (bapokting), khususnya beras. Data di lapangan menunjukkan harga beras masih berada dalam ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET):

Beras Medium: Rp13.500 per kilogram.

Beras SPHP Bulog: Rp12.500 per kilogram.

Beras Premium: Rp14.900 per kilogram.

 

Koordinator Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, yang juga menjabat Kasatreskrim Polres Pasuruan, menyatakan bahwa stok pangan saat ini relatif stabil dan mencukupi untuk kebutuhan Nataru. Meski demikian, kepolisian mengeluarkan peringatan keras bagi para spekulan.

Baca juga
Skandal MBG di Purwodadi: Ratusan Porsi Basi Ditarik, Legalitas Dapur SPPG Gajahrejo Dipertanyakan

 

“Jika ditemukan pelanggaran seperti penjualan di atas HET atau praktik penimbunan, akan kami tindak tegas, mulai dari peringatan hingga pencabutan izin usaha,” pungkas AKP Adimas.

 

Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus mengawal distribusi pangan secara berkelanjutan hingga awal tahun 2026 demi melindungi hak-hak konsumen di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

 

Ghan/Chu