Cakra.or.id – Pernyataan mengejutkan datang dari Haji Lilur, seorang pegiat kemanusiaan dan Juga Seorang Pengusaha Sukses Asal Situbondo Jawa Timur yang saat ini berada di lumbung beras Vietnam ,Ia menyoroti disparitas harga beras kualitas terbaik antara Vietnam dan Indonesia yang mencapai dua kali lipat.
Menurutnya, beras kualitas terbaik di Vietnam dibanderol sekitar Rp9.000 per kilogram, jauh berbeda dengan harga beras premium di Indonesia yang menyentuh Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram , Haji Lilur menegaskan bahwa harga ini bukan untuk beras Bulog, melainkan beras kualitas terbaik yang beredar di pasaran.
Perbedaan harga yang Sangat mencolok ini, menurut Haji Lilur, memiliki satu akar permasalahan : mafia pupuk. “Di Vietnam, petani dimanjakan dengan segala fasilitas dari pemerintah, jauh dari campur tangan mafia pupuk,” ujarnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Indonesia, di mana kelangkaan pupuk dan maraknya praktik mafia pupuk menjadi keluhan utama para petani.
Atas dasar pengamatannya ini, Haji Lilur menyatakan tekadnya untuk berdagang beras kualitas terbaik dari Vietnam ke berbagai negara maju di seluruh dunia yang membutuhkan. “Semoga berfaedah buat banyak manusia dan kemanusiaan di dunia. Bismillah,” pungkasnya.
Halima






