Desa  

Tolak Konfirmasi Dana Desa, Sekretaris Pekon Sri Rahayu Pringsewu Diduga Usir Wartawan

Redaksi

PRINGSEWU, Newscakra.com – Tiga wartawan media online diduga mengalami pelecehan saat hendak melakukan konfirmasi terkait Memorandum of Understanding (MoU) dan dugaan penyimpangan Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023-2024 di Pekon Sri Rahayu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Sekretaris Pekon (Sekon) berinisial MT dilaporkan menggunakan bahasa kasar dan bersikap mengusir ketika wartawan mencoba menjalankan fungsi kontrol publik.

Kejadian bermula pada Rabu (07/01/2026) ketika para wartawan mendatangi kantor pekon untuk mendapatkan klarifikasi. Ketika pertanyaan mengenai MoU dilontarkan, MT diduga menyatakan, “Kami tidak melayani media online karena tidak ada anggarannya dan hanya beberapa media cetak atas rekomendasi Kepala Pekon (Kakon) Suryono.” Pernyataan ini secara implisit menunjukkan adanya diskriminasi terhadap media online.

Situasi memburuk ketika wartawan mencoba mengonfirmasi dugaan penyimpangan anggaran. Menurut para wartawan, MT menjadi emosional dan berteriak, “Siapa narasumbernya, pokoknya kami tidak melayani konfirmasi kecuali masyarakat yang melapor.” Tindakan ini, ditambah dengan gestur mengusir di depan pintu kantor, dinilai sangat tidak profesional dan berpotensi mengintimidasi.

Akibat perlakuan yang diduga melecehkan tersebut, ketiga wartawan memutuskan untuk meninggalkan kantor pekon. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai tingkat keterbukaan pemerintah pekon terhadap pers dan kewajiban mereka untuk memberikan informasi publik. Hak pers dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyampaian informasi kepada masyarakat seharusnya dihormati, bukan malah dihalang-halangi dengan cara-cara yang tidak patut.

TIM

Baca juga
DUGAAN KORUPSI BERJAMAAH: DANA BUMDes Berkah Abadi Pekon Sidoharjo 'RAIB'