KOTA PASURUAN NewsCakra.com — Langit di kawasan Taman Kota Pasuruan tampak merah membara pada Minggu pagi (8/2/2026). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan prosesi sakral Kirab Pataka, sebuah tradisi tahunan yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340. Mengusung tema “Guyub Rukun Bareng-bareng Mbangun Pasuruan Kutho Anugrah”, acara ini sukses memadukan nilai sejarah luhur dengan semangat transformasi modern.
Acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi), Wakil Walikota H. Mokhamad Nawawi, jajaran Forkopimda, serta tokoh legendaris mantan Walikota Pasuruan, H. Aminurokhman. Kehadiran tamu internasional dari konsultan Jepang dan Taiwan turut memberikan dimensi global pada perayaan sejarah ini.
Ada yang istimewa dalam perayaan tahun ini. Seluruh jajaran pejabat dan peserta kirab tampil seragam mengenakan pakaian khas Kota Pasuruan: atasan merah berani dipadu bawahan putih bermotif batik. Busana ini merupakan representasi jati diri yang merujuk pada sosok pahlawan nasional, Untung Suropati (Raden Adipati Wironegoro).
“Warna dan desain ini adalah pengingat akan bara api perjuangan masa lalu yang kita bawa ke masa depan. Kita mengenang tahun 1686, saat Untung Suropati meletakkan fondasi kedaulatan di tanah ini,” ungkap Walikota Adi Wibowo.

Dalam orasi budayanya, Mas Adi menekankan bahwa usia 340 tahun adalah momentum refleksi penting. Meskipun saat ini pemerintah daerah menghadapi tantangan pemotongan dana transfer pusat, Kota Pasuruan tetap optimis menatap masa depan dengan strategi Kemandirian Fiskal.
Puncak keceriaan warga pecah saat grup ludruk legendaris yang digawangi oleh Kirun dan Kadir cs naik ke panggung. Lawakan segar khas Jawa Timuran tersebut tidak hanya mengundang gelak tawa, tetapi juga menyelipkan pesan moral tentang pentingnya kerukunan warga.
“Guyub Rukun bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan jiwa masyarakat kita yang saling menggenggam tangan demi Pasuruan yang kita cintai,” pungkas Mas Adi menutup sambutannya.
Perayaan ke-340 ini menjadi bukti bahwa Kota Pasuruan mampu merawat warisan sejarahnya sembari terus melangkah maju menjadi “Kutho Anugrah” yang dibanggakan warganya.
Chu






