Gus Fawait Pimpin 1.200 Nakes: Luncurkan Satgas Khusus Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak

Redaksi
Oplus_16908288

JEMBER, NewsCakra.com — Bupati Jember, Gus Fawait, mengambil langkah revolusioner untuk memutus rantai masalah kesehatan di Kabupaten Jember. Melalui agenda Launching Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan di GOR PKPSO Kaliwates, Senin (26/1/2026), Bupati menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) yang selama sepuluh tahun terakhir menjadi rapor merah bagi Jember di Jawa Timur.

 

Gus Fawait menyoroti pola penanganan lama yang dinilai tidak efektif karena berjalan sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi yang kuat antarinstansi.

 

“Mulai hari ini, tidak ada lagi Puskesmas, Camat, atau Dinas Kesehatan yang berjalan sendiri. Kita satukan semua dalam satu komando melalui Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB,” tegas Gus Fawait di hadapan ribuan nakes.

1200 Nakes hadir dalam acara (foto: Idham News Cakra)

Satgas ini memiliki struktur yang sangat luas, melibatkan Tenaga Kesehatan & Penyuluh KB: Sebagai garda teknis medis.

Camat & Perangkat Desa: Sebagai otoritas wilayah. Pengawas & Kepala Sekolah: Untuk pendataan gizi siswa secara dini. TNI & Polri: Memperkuat pengawasan dan pergerakan di lapangan. Target Ambisius: Terendah di Jawa Timur pada 2029.

 

Gus Fawait tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga menetapkan parameter keberhasilan yang jelas. Ia menargetkan penurunan drastis pada tahun 2026, dengan sasaran jangka panjang menjadikan Jember sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah di Jawa Timur pada periode 2029–2030.

 

Untuk memastikan target ini tercapai, Bupati akan melakukan evaluasi kinerja berkala, Evaluasi 3 Bulanan: Bagi seluruh OPD, Camat, dan Kepala Puskesmas dan Indikator Jabatan: Penurunan stunting dan AKI-AKB menjadi syarat utama bagi pejabat untuk mempertahankan atau mendapatkan posisi strategis.

 

Di tengah penguatan program, Gus Fawait memberikan angin segar bagi para nakes. Ia menjamin bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nakes di Jember tidak akan dikurangi. Namun, ia menekankan efisiensi anggaran dengan mengalihkan dana yang sebelumnya sering habis untuk seminar ke program yang berdampak langsung pada rakyat, seperti layanan Home Care.

Baca juga
Desa Gumelar Gelar Musdes RKPDes 2026: Utamakan Partisipasi Warga untuk Pembangunan Efektif

 

“Anggaran harus dikelola secara utuh dan terencana. Fokus kita adalah hasil nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar pelatihan tanpa dampak,” pungkas Gus Fawait.

 

Idham