PASURUAN newscakra.com – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali secara resmi mengumumkan rencana pembangunan untuk peninggian Jembatan Bokwedi yang berlokasi di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Proyek konstruksi ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 6 April 2026, dan ditargetkan berlangsung hingga 30 November 2026.
Kepala Satuan Kerja PJN III Jatim, Deny Purwa Indarsa, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan prioritas yang sempat tertunda untuk menghindari kepadatan lalu lintas pada momentum hari raya sebelumnya.
“Pekerjaan harus segera dimulai agar target penyelesaian tidak mundur lagi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Deny saat rapat koordinasi di kantor PT Jasa Marga Gempol Pasuruan, Rabu (1/4/2026).
Dampak utama dari proyek ini adalah penutupan total ruas Jalan Ir. H. Juanda selama masa pengerjaan. Untuk meminimalisir dampak terhadap mobilitas masyarakat, BBPJN Jatim-Bali bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Pasuruan telah menyepakati skema rekayasa lalu lintas sebagai berikut:

Pengalihan Arus dari Arah Surabaya: Kendaraan akan diarahkan melalui Simpang Karangketug menuju Jalan Gatot Subroto, lanjut ke Jalan Urip Sumoharjo, dan Tol Sutojayan.
Pengalihan Arus dari Arah Probolinggo: Kendaraan diarahkan melalui akses Tol Grati, Blandongan, Bulu, Purutrejo, hingga ke arah Kebonagung.
Pembatasan Kendaraan Berat: Khusus untuk kendaraan kelas berat dari arah Surabaya maupun Probolinggo, tidak diperbolehkan keluar melalui Exit Tol Pasuruan Kota (Kejayan). Kendaraan berat diwajibkan menggunakan Exit Tol Rembang atau Exit Tol Grati.
Dalam pelaksanaannya, BBPJN Jatim-Bali bertanggung jawab penuh atas aspek teknis konstruksi, perencanaan, dan pengendalian pekerjaan. Sementara itu, pengaturan lalu lintas sepenuhnya dikelola oleh Dinas Perhubungan, pengamanan oleh pihak kepolisian, serta dukungan jalur alternatif oleh pihak Jasa Marga.
Pihak otoritas terkait menegaskan akan terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan proyek berjalan lancar dan meminimalisir kendala di lapangan. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi ini dan menyesuaikan rute perjalanan mereka selama periode pembangunan berlangsung. (*Chu)






