Mengabdi dengan Budaya, Kapolsek Cangkuang Ipda Didi Dwi Purnomo Jadi Inspirasi Masyarakat

Redaksi

​KABUPATEN BANDUNG

Newscakra – Di tengah tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolsek Cangkuang, Polresta Bandung, Ipda Didi Dwi Purnomo, S.AP., C.PHR, hadir membawa warna baru. Sosok perwira polisi kelahiran Jawa Tengah ini dikenal luas sebagai figur yang sangat dekat dengan masyarakat melalui pendekatan seni dan nilai-nilai luhur budaya Sunda.
​Bagi Ipda Didi, menjaga keamanan tidak melulu soal tindakan represif, melainkan bagaimana menyentuh hati masyarakat melalui kedekatan emosional dan budaya. Filosofi “Ngamumule kabuyutan, ngarumat karuhun, ngamajukeun nagara” (Memelihara warisan leluhur, merawat jejak para pendahulu, memajukan negara) menjadi landasan utamanya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Cangkuang.

“Saung Satria”: Wadah Komunikasi dan Sinergi

Inovasi nyata yang dihadirkan Ipda Didi adalah pembangunan “Saung Satria”. Bangunan dengan arsitektur khas adat Sunda ini bukan sekadar kantor, melainkan wadah komunikasi bagi masyarakat untuk menjadi mitra Polri.
​Di Saung Satria, masyarakat diajak berdialog dan berkolaborasi dalam pembinaan serta pencegahan penyakit masyarakat, seperti tindak pencurian, perjudian, hingga peredaran obat-obatan terlarang. Nama SATRIA sendiri merupakan akronim dari nilai-nilai utama yang diusung Polsek Cangkuang:

Sinergitas
Agamis
Terpuji
Responsif
Ikhlas
Akuntabilitas

Saung Satria Polsek Cangkuang


Menjaga Warisan Leluhur di Tanah Pasundan

Kecintaan Ipda Didi terhadap budaya lokal bukan sekadar slogan. Ia dikenal mahir dalam seni bela diri Pencak Silat khas Kabupaten Bandung. Baginya, sejarah para pejuang leluhur di tanah Pasundan adalah cermin yang tak boleh dilupakan.
​Tidak hanya fokus pada keamanan fisik, ia juga memperhatikan sisi spiritual personel dan masyarakat dengan membangun sarana ibadah “Mushola Al-Hikmah” di lingkungan Mapolsek Cangkuang.
​Dalam setiap kesempatan, Ipda Didi kerap menekankan pentingnya mencintai bangsa dan budaya. “Asih ka bangsa, asih ka budaya, sabab bangsa anu mulya nyaéta bangsa anu ngahargaan kasenianana sorangan” (Cinta pada bangsa, cinta pada budaya, karena bangsa yang mulia adalah bangsa yang menghargai keseniannya sendiri), ungkapnya penuh makna.

Baca juga
Pemandian Air Panas Bandung untuk Healing dan Relaksasi
Mushola Al-Hikmah Polsek Cangkuang


Inspirasi bagi Masyarakat

Pendekatan humanis dan kearifan lokal yang diterapkan Ipda Didi Dwi Purnomo telah menjadikannya inspirasi, khususnya bagi lapisan masyarakat menengah ke bawah di wilayah Cangkuang. Dengan memegang teguh prinsip “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”, ia berharap Polsek Cangkuang terus menjadi garda terdepan yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melestarikan martabat budaya leluhur Sunda.
​Melalui kepemimpinannya, Polsek Cangkuang kini bukan sekadar institusi penegak hukum, melainkan rumah bagi masyarakat yang harmonis, agamis, dan berakar kuat pada nilai-nilai tradisi bangsa.

Penulis: RF.008Editor: Kaperwil Jabar