Formasy Praja Nusantara Dukung Penuh Inisiasi Bakorwil Malang Wujudkan Koridor Selatan 2045

Redaksi
Oplus_16908288

MALANG, Newscakra.com – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Formasy Praja Nusantara (FPN) menyatakan komitmen penuh untuk mengawal inisiasi Koridor Selatan 2045 dan Road to Malang Raya Megapolitan 2026–2045. Program strategis yang digagas oleh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang ini disepakati dalam forum koordinasi di Ruang Arjuno Bakorwil III Malang, Rabu (15/7).

 

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, menegaskan bahwa Koridor Selatan 2045 bukan sekadar wacana perluasan kota. Program ini dirancang sebagai strategi matang untuk melahirkan simpul pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Jawa Timur.

 

“Koridor Selatan 2045 adalah upaya menghadirkan pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal. Setiap daerah punya karakter unik yang menjadi modal pembangunan. Karena itu, pengembangan kawasan selatan Jawa Timur harus bertumpu pada keunggulan masing-masing daerah agar tumbuh berkelanjutan,” jelas Asep.

 

Langkah taktis ini diselaraskan dengan visi Asta Cita Presiden RI, Nawa Bhakti Satya Pemprov Jatim, serta arah kebijakan RKP 2027 demi membangun kawasan megapolitan yang unggul, inovatif, inklusif, dan terintegrasi.

 

Wilayah selatan Jawa Timur dikenal kaya akan komoditas unggulan seperti tebu, kopi, kakao, perikanan, pertanian, hingga potensi wisata bahari di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS). Modal geostrategis ini akan dioptimalkan melalui konsep:

Green Economy (Ekonomi Hijau): Pengembangan pertanian, perkebunan, dan pelestarian hutan.

Blue Economy (Ekonomi Biru): Optimalisasi sektor perikanan dan wisata bahari.

Sektor Kreatif & Sport Ecotourism: Mendorong pariwisata berbasis olahraga alam yang berdampak langsung pada UMKM, kuliner lokal, penyediaan homestay, serta transportasi lokal.

Kolaborasi Multipihak: Dari Ormas hingga Perhutani

Untuk mempercepat realisasi visi besar ini, Bakorwil Malang menggandeng FPN yang dinilai memiliki jaringan sosial kuat di akar rumput.

Baca juga
Energi Kebaikan di Jalur Pantura: SPBU Karangasem Patokan Tebar Takjil Gratis

 

Ketua Umum FPN, Dodik Purwoko, SP, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengawal pembangunan koridor selatan yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi.

 

“Kami siap menjadi bagian dari gerakan besar ini. Formasy Praja Nusantara akan bergerak aktif dalam sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, serta mengawal implementasi Green dan Blue Economy agar manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat bawah,” tegas Dodik.

 

Dalam forum tersebut, Dodik hadir didampingi Yoyok Yuliono (Ketua DMD FPN Kota Batu) KH. Zainullah Anwar (Pengasuh Ponpes Entrepreneur Roudlotul Madinah), Prof. Nurhidayati (Guru Besar Kesuburan Tanah UNISMA / Badan Pekerja Dewan Majelis Nasional FPN).

 

Selain FPN, sinergi kuat juga dijalin dengan Perum Perhutani mengingat sebagian besar kawasan pengembangan bersinggungan langsung dengan area hutan. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Departemen Perencanaan & Pengembangan Bisnis Divisi Regional Jatim, Imam Suyuti, bersama Administratur KPH Pasuruan Ivan Cahyono, Administratur KPH Malang Kelik Jatmiko, dan Kepala PHW Malang.

 

Sebagai komitmen nyata, forum ini menyepakati pembentukan Konsorsium Akselerasi Kawasan Selatan-Selatan Jawa Timur (Konsorsium AKSES Jatim).

 

Konsorsium ini direncanakan dibina langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur dengan melibatkan Bakorwil I Madiun, Bakorwil III Malang, Bakorwil V Jember, Bappeda Jatim, BRIDA Jatim, serta praktisi Novrizal Peterson.

Guna memastikan program berjalan taktis, konsorsium dibagi ke dalam 5 Kelompok Kerja (Pokja):

 

Pokja Knowledge & Inovasi, Pengembangan konsep dan riset akademis

Pokja Infrastruktur Fisik & Tata Kelola, Perencanaan fisik dan integrasi wilayah

Pokja Pusdatin, Pusat data, informasi, dan integrasi digital

Pokja Institusional & Sosial, Pendekatan masyarakat dan regulasi kelembagaan

Pokja Investasi & Business Development, Penyerapan investasi dan pengembangan bisnis daerah.

 

Kelima pokja tersebut akan segera merumuskan rencana aksi jangka pendek dan menengah demi memastikan Koridor Selatan 2045 bukan lagi sekadar impian, melainkan lompatan kesejahteraan baru bagi masyarakat Jawa Timur.

Baca juga
Baru 3 Tahun Dibangun, Pembongkaran "Kandang Macan" Picu Kontroversi Tata Kelola Aset
Penulis: EdyEditor: Red