JEMBER Cakra.or.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah untuk mewujudkan visi Jember sebagai kota yang bersih dan indah.
Menurut Kepala DLH, Suprihandoko, kebersihan adalah tanggung jawab kolektif. Ia menyampaikan bahwa kebersihan adalah cerminan keimanan, sesuai dengan hadis An-nadha fatuh minal iman. Maka, jika lingkungan kotor, itu menandakan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih rendah.
Upaya serius ini menjadi penting karena Kementerian Lingkungan Hidup berencana melakukan branding baru untuk Adipura, yang mungkin akan memberi sebutan “kota kotor” bagi daerah yang tidak bisa memenuhi standar kebersihan.

Untuk itu, DLH Jember ingin memastikan kota ini bisa meraih predikat yang baik, sejalan dengan slogan Bupati Jember, “Jember Baru, Jember Maju.”
Suprihandoko juga memberikan apresiasi kepada 248 petugas kebersihan non-ASN atau R4.
Ia menyebut mereka sebagai “pejuang kebersihan” yang memiliki peran besar dalam mewujudkan Jember yang bersih, asri, dan indah. Dengan telah ditandatanganinya pakta integritas, ia berharap kinerja mereka akan semakin meningkat.
Ke depan, DLH Jember tidak akan tinggal diam. Suprihandoko berencana mempertegas tugas para petugas kebersihan, termasuk para penyapu jalan, dengan merumuskan kembali peran dan tanggung jawab mereka. Hal ini akan dilakukan berkolaborasi dengan UPT pengelola sampah.
Bahkan, ia juga berencana membuat inovasi baru dengan bekerja sama bersama Dinas Kominfo untuk membuat aplikasi berbasis Google Maps yang dapat memantau kinerja para petugas di lapangan.






