BOJONEGORO newscakra.com – Proyek pembangunan jalan rigid beton di RT 05/RW 03 Desa Sidorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah beredar laporan mengenai dugaan kerusakan dan kualitas pekerjaan yang buruk.
Pemerintah desa dan pihak pelaksana segera memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa penilaian publik tersebut belum tepat karena pembangunan jalan masih dalam tahap progres dan belum dilakukan serah terima pekerjaan.
Jalan sepanjang 710 meter dengan lebar 4 meter ini didanai dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Pemkab Bojonegoro Tahun 2025.
Hasil penelusuran di lapangan dan konfirmasi kepada pihak pelaksana menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan yang terlihat saat ini merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang belum final. Hal ini mencakup proses penyempurnaan permukaan, pematangan beton (curing), hingga pemeriksaan teknis yang harus dilalui sebelum penyelesaian akhir.
Pihak pelaksana menjelaskan bahwa garis atau retakan kecil yang terlihat pada beton adalah fase awal yang lazim terjadi pada pekerjaan rigid beton.
“Kondisi ini nantinya akan ditangani sesuai standar teknis sebelum jalan dibuka untuk umum, termasuk proses perapihan dan pemotongan (cutting),” jelas pihak pelaksana. Minggu (7/12/25) pagi
Begitu pula dengan permukaan jalan yang tampak belum rata, kondisi tersebut bersifat sementara karena proses finishing belum dilaksanakan. Setelah proses curing mencapai standar, pekerjaan akan dilanjutkan pada tahap perataan akhir agar seluruh konstruksi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pihak pelaksana menegaskan bahwa proyek yang bersumber dari BKKD Pemkab Bojonegoro ini masih berjalan sesuai jadwal. Pengawasan, baik internal maupun eksternal, tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas konstruksi memenuhi ketentuan teknis.
Pemerintah Desa Sidorejo berharap masyarakat dapat bersabar dan tidak terburu-buru menilai hasil pekerjaan sebelum proyek benar-benar rampung dan diserahkan.
Jalan ini nantinya diharapkan menjadi akses vital yang menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian desa. Oleh karena itu, seluruh tahapan pembangunan dikerjakan secara bertahap dan teliti demi menjamin kualitas infrastruktur jangka panjang.
Penulis: Irawan
Editor: Chu






