Pringsewu , Cakra.or.id – Dugaan mark-up penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2024 di Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, tengah menjadi sorotan.
Beberapa item anggaran dipertanyakan, antara lain pembangunan sumber air pertanian/sumur bor, pelatihan kelompok tani, dan bantuan untuk Rukun Kematian.
Ketua Gapoktan Karya Manunggal, Sugiyanto, menuding adanya mark-up pada pembangunan dua sumber air pertanian di Dusun Tiga. Dengan anggaran Rp 258.000.000, ia menilai biaya pembangunan per titik (masing-masing memiliki dua sumber air berjarak 20 meter, dua cibel, satu KWH, dan satu menara) terlalu tinggi, seharusnya hanya sekitar Rp 70.000.000 karena menggunakan sumur dangkal.
Terkait pelatihan kelompok tani senilai Rp 31.815.000, Sugiyanto menilai prosesnya tidak transparan. Pelatihan empat hari yang diikuti 20 peserta dari ASPA ini, menurutnya, tidak memberikan uang saku dan anggarannya juga meliputi pembangunan green house serta pengadaan 15 bibit anggur.
Sementara itu, Ketua Rukun Kematian, Suwarso, membenarkan menerima bantuan keranda dan tempat pemandian jenazah dari pekon, namun mempertanyakan anggaran Rp 12.225.000 yang terbilang tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Pekon Bumi Ratu, Diantoro, belum berhasil dikonfirmasi.
Zainal/Yulie





