Wartawan Radar Diduga Dipukul Saat Liputan Demo di Situbondo, Ketua LSM Perjuangan Rakyat Angkat Bicara

Redaksi

Cakra.or.id, Situbondo, Jawa Timur – Kemerdekaan pers kembali tercoreng di Kabupaten Situbondo. Humaidi, seorang wartawan dari Radar, diduga menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal saat meliput aksi demonstrasi terkait pernyataan kontroversial Bupati Situbondo, Mas Rio, pada Kamis, 31 Juli 2025. Insiden ini sontak memicu kegeraman di kalangan jurnalis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat.

Demo yang melibatkan perwakilan LSM dan awak media se-Kabupaten Situbondo ini dipicu oleh unggahan Bupati Mas Rio di akun TikTok-nya yang menyatakan bahwa “LSM dan Media Adalah Preman yang ujung-ujungnya duit.” Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dan dianggap merendahkan profesi jurnalis serta aktivis.

Saat aksi berlangsung, sempat terjadi adu mulut antara perwakilan LSM dan Bupati Mas Rio. Di tengah ketegangan tersebut, Bupati Mas Rio diduga mencoba merampas ponsel milik Humaidi yang sedang merekam. “Apa sih?” ucap Humaidi terkejut sambil menarik kembali ponselnya. Tak lama berselang, Humaidi merasakan ada yang menariknya ke arah selatan dan kemudian diduga dipukul oleh orang tak dikenal.

Kecaman dan Tindak Lanjut Hukum
Insiden pemukulan ini telah dilaporkan ke Polres Situbondo dengan surat laporan Nomor: STTLP/B/228/Vll/2025/SPKT/POLRESSITUBONDO/POLDA JAWA TIMUR. Pihak kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas kasus ini dan menemukan pelaku pemukulan.

Hartadi, Ketua LSM Perjuangan Rakyat, yang turut hadir di garda terdepan demo, sangat menyayangkan tindakan yang ia sebut sebagai arogansi seorang Bupati terhadap wartawan.

“Sangat disayangkan, Mas, seorang Bupati bertindak arogan ingin merampas HP wartawan Radar. Ini adalah bukti nyata kalau Kabupaten Situbondo tidak baik-baik saja,” tegas Hartadi.

Lebih lanjut, Hartadi menyatakan bahwa LSM Perjuangan Rakyat tidak akan tinggal diam dan berencana melaporkan kejadian ini ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca juga
Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Situbondo Jadi Sorotan Tajam Aktivis

“LSM Perjuangan Rakyat akan melaporkan kejadian ini kepada Gubernur Jatim dan Presiden,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan serius mengenai perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Publik menuntut agar insiden ini diusut tuntas demi menegakkan supremasi hukum dan memastikan kebebasan pers tetap terjamin di Indonesia. (Tim)