Lagi, Hutan di Situbondo Terbakar: Kerusakan Lingkungan Berulang dan Desakan untuk Tindakan Serius

Redaksi

SITUBOND ,Cakra.or.id  – Kebakaran hutan yang terjadi di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso, tepatnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kendit, BKPH Panarukan, Desa Balung Selatan, kembali terjadi dan menimbulkan keprihatinan. Api yang berkobar sejak pukul 18.35 WIB hingga saat ini belum berhasil dipadamkan dan bahkan semakin meluas, diperkirakan telah menghanguskan sekitar 40 hektar lahan.

Kejadian ini merupakan peristiwa berulang yang terjadi setiap tahunnya, mengakibatkan kerusakan hutan yang signifikan dan kerugian lingkungan yang besar. Ribuan hektar hutan telah hangus terbakar dalam beberapa tahun terakhir, menyisakan lahan gundul yang semakin luas. Penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti, namun hal ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang merusak lingkungan.

Ironisnya, upaya pemadaman kebakaran terkesan minim dan lamban. Tim pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian hanya melakukan dokumentasi dan melaporkan kejadian tanpa upaya pemadaman yang signifikan. Praktik ini dinilai tidak efektif dan memperparah kerusakan yang terjadi.

Kejadian ini menjadi sorotan bagi para pemerhati lingkungan dan Masyarakat. Hutan memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia, menyerap karbon dioksida dan menjaga keseimbangan ekosistem. Kerusakan hutan akibat kebakaran berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan secara global. Oleh karena itu, dibutuhkan tindakan nyata dan segera untuk mencegah dan memadamkan kebakaran hutan, serta menyelidiki penyebabnya secara tuntas.

Kami mendesak pihak berwenang, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk:

• Segera melakukan upaya pemadaman kebakaran secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
• Menyelidiki penyebab kebakaran secara menyeluruh dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian.
• Meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan melalui edukasi masyarakat, patroli rutin, dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
• Membangun sistem peringatan dini kebakaran hutan yang efektif dan responsif.

Baca juga
DPRD Kawal APBD Pastikan Anggaran Harus Bawa Kabupaten Pasuruan Bangkit

Kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan bukanlah masalah yang bisa dianggap remeh. Perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan kehidupan di bumi. Kami berharap agar kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan tindakan nyata dalam melindungi hutan kita.

Y0py