Miris, Tiang Lampu di Trotoar Kebonagung Kota Pasuruan Padam Bertahun-tahun, Warga Keluhkan Kinerja PJU

Redaksi
Kondisi memprihatinkan di perempatan Kebonagung (foto: Ghana newscakra.com)

KOTA PASURUAN newscakra.com – Ironi terjadi di salah satu akses vital Kota Pasuruan. Tiang lampu hias tanda keindahan kota berkarat dan usang sebagai penerangan jalan di tengah trotoar perempatan Kebonagung, tepatnya di sisi Utara traffic light, dilaporkan padam dan tak terurus selama bertahun-tahun.

 

Kondisi ini menimbulkan pemandangan yang kumuh dan mengindikasikan minimnya perhatian serta tanggung jawab dari pihak Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan.

 

Perempatan Kebonagung dikenal sebagai “jantung kota” sekaligus akses utama yang menghubungkan Probolinggo menuju Malang dan Surabaya. Padamnya lampu di lokasi ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi mengurangi keamanan.

 

Menurut pengakuan warga sekitar, kondisi tiang lampu yang usang, berkarat, dan tidak menyala ini sudah terjadi dalam waktu yang sangat lama.

 

“Sudah lama ini, Mas. Lampu tidak ada, cat usang dan terlihat karatan tidak terurus. Entah kenapa pihak terkait kok tidak ada tindakan, apa mereka tidak pernah melewati perempatan Kebonagung, ya?” ujar seorang warga dengan nada heran, Jumat (17/10/2025) malam.

 

Warga lain mengungkapkan bahwa persoalan ini bahkan sudah pernah diadukan langsung ke Dishub Kota Pasuruan.

 

“Saya pernah mengadu ke Dishub. Saat itu ditemui Kepala Dishub, Bapak Andri, dan beliau memanggil Kabidnya, menyuruh untuk dilihat dan ditindaklanjuti laporan ini. Tapi nyatanya ya tetap tidak ada tindakan,” keluhnya sambil menghela napas.

 

Ia juga memaparkan percakapan Kadis dan Kabid jika awal pekerjaan dilaksakan oleh PU yang sekarang dilimpahkan naungannya ke PJU hingga melempar tanggungjawabnya.

 

Hasil pantauan di lokasi menunjukkan terdapat empat tiang cagak lampu yang padam di tengah trotoar Utara perempatan Kebonagung, dengan rincian:

Baca juga
Desa Gumelar Gelar Musdes RKPDes 2026: Utamakan Partisipasi Warga untuk Pembangunan Efektif

– Tiga cagak lampu bohlam ganda: Dua cagak tidak memiliki ada bohlam dan padam, sementara satu cagak masih ada bohlam besar tetapi tidak menyala.

– Satu cagak lampu jarum yang juga padam.

Tiang-tiang tersebut terlihat usang, berkarat, dan terkesan dibiarkan terbengkalai. Pemandangan ini membuat kawasan perempatan Kebonagung terlihat kumuh pada malam hari.

 

Warga berharap, jika lampu tersebut sudah tidak dapat difungsikan, lebih baik segera dibongkar untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan. “Kalau sudah tidak bisa difungsikan, layaknya dilepas saja daripada nunggu roboh dan ada korban dari para pengguna jalan,” tambahnya.

 

Masyarakat meminta tindakan cepat dan tanggung jawab dari dinas terkait untuk segera membenahi atau membongkar tiang lampu yang tidak berfungsi tersebut.

Penulis: Ghana

Editor: Red