Pringsewu, newscakra.com – Pembangunan briket irigasi sepanjang 600 meter di Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, diduga kuat tidak sesuai spesifikasi. Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Rahayu, Mulyadi, diduga menggunakan komposisi material yang berbeda dari yang direncanakan.
Berdasarkan keterangan pekerja dan temuan di lapangan, Mulyadi diduga memasang briket di saluran irigasi tidak sesuai spesifikasi. Perbedaan ini dikhawatirkan akan menurunkan kualitas dan daya tahan bangunan irigasi tersebut.
Selain komposisi material yang dipertanyakan, kualitas pemasangan briket juga menjadi sorotan. Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, berinisial MSN, membenarkan pemasangan briket tersebut. “Kalau kami ini pekerja, Mas, dan kami melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Ketua P3A Mulyadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, MSN mengungkapkan bahwa split yang digunakan berwarna putih, mengindikasikan kualitas yang kurang baik. Hal ini semakin memperkuat dugaan penyimpangan spesifikasi dalam pembangunan briket irigasi tersebut, ujar MSN ketika dikonfirmasi di lokasi pekerjaan pada Jumat (05/12/2025).

RS, saat bertemu dengan media, menyampaikan bahwa ia memiliki lahan pertanian yang turut dibangun untuk jalur irigasi. “Dengan dibangunnya irigasi bisa melancarkan aliran air, sehingga lahan pertanian kami mendapat pasokan air secara maksimal,” ujarnya. Namun, RS juga menyampaikan kekecewaannya. “Yang membuat kami sangat kecewa, pemasangan briket asal nempel dan sebagian tidak memakai adukan, sehingga briket yang sudah terpasang tidak terkunci. Lihat saja, Mas, briket yang dipasang cuma nempel dan tidak terkunci,” ucap RS dengan nada kecewa pada Rabu (10/12/2025).
Dugaan penyimpangan spesifikasi ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana proyek pembangunan briket irigasi di Pekon Margosari. Pihak terkait diharapkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan kualitas pekerjaan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Kejelasan mengenai asal usul dana dan proses pemasangan juga perlu diusut.
Ketua P3A Mulyadi, saat dikonfirmasi via WhatsApp dengan nomor 0857 0923 XXXX, menyatakan, “Kami sesuai juknis pekerjaan dan target dua bulan, dan mungkin beberapa hari lagi selesai.”
TIM






