PASURUAN newscakra.com – TNI Angkatan Darat melalui Kodam V/Brawijaya, Korem 083/Baladika Jaya, dan Kodim 0819/Pasuruan, berkolaborasi dengan Yayasan Lentera Mata Indah (YLMI) dan sejumlah pihak, menggelar Bakti Sosial (Baksos) Operasi Katarak secara gratis. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Juang TNI AD dan HUT ke-77 KODAM V/BRAWIJAYA tahun 2025 ini dipusatkan di RSUD Hermina, Rejoso, Pasuruan, Jumat (12/12/25) pagi.
Acara kemanusiaan yang disambut antusias oleh masyarakat ini dihadiri oleh Wali Kota Adi Wibowo dan Kapolres Pasuruan Kota, Davis Busin Siswara, serta ratusan warga. Sekitar 4.000 lebih pasien dari Kota dan Kabupaten Pasuruan telah mendaftar untuk mendapatkan layanan operasi secara bertahap.
Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, yang hadir memantau jalannya kegiatan, menegaskan bahwa Baksos ini merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI dan tenaga kesehatan dalam membantu masyarakat memulihkan kualitas hidup.
“Di momentum Hari Juang TNI AD ini, kami ingin hadir bukan hanya dengan seragam, tetapi dengan kepedulian. Melalui program operasi katarak ini, kami berharap semakin banyak rakyat yang kembali melihat dunia dengan terang dan kualitas hidup mereka benar-benar bangkit kembali,” ujar Kolonel Inf Kohir.
Dandim 0819/Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen TNI AD terhadap kesehatan rakyat, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses layanan medis. Pendataan pasien, termasuk 301 pasien yang mengalami buta total, dilakukan di setiap daerah dengan bantuan Babinsa.
Ketua Pembina YLMI mengungkapkan bahwa masalah katarak sangat krusial, di mana 80% dari sekitar 8 juta penderita gangguan penglihatan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Khusus di Jawa Timur, angka penderita bahkan mencapai 4% dari total penduduk, menjadikannya provinsi dengan kasus terbanyak.
Dalam kesempatan tersebut, PLT perwakilan RSUD Hermina mengucapkan terima kasih atas kepercayaan sebagai lokasi acara. Namun, ia menyampaikan satu kendala utama yang mereka hadapi.
“Kekurangan kami hanya satu, belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, dan berharap dapat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” keluhnya, menunjukkan harapan kepada pemerintah agar layanan kesehatan dapat diakses lebih luas.
Acara ini diapresiasi sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang lahir dari keprihatinan atas minimnya informasi dan kendala ekonomi yang menyebabkan kebutaan. TNI mengajak semua pihak untuk menjadikan kegiatan sosial ini sebagai amal kebaikan.
Saichu






