Kualitas Amburadul dan Pemasangan Tak Presisi, Proyek U-Ditch Kota Pasuruan Diperparah Retak dan Sambungan Celah

Redaksi
U-ditch dipenuhi Genangan air dan dugaan tiadanya Pasir (foto: Ghana Cakra)

KOTA PASURUAN newscakra.com – Proyek Peningkatan Saluran di Perumahan Bugul Permai, Kelurahan Bugul Kidul, yang berada di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, kian menjadi sorotan tajam. Selain dugaan pengerjaan asal-asalan yang tidak sesuai RAB, pantauan di lokasi menunjukkan kualitas fisik proyek senilai Rp315.641.145,00 tersebut sangat buruk, ditandai dengan pemasangan U-Ditch yang tidak presisi dan banyak celah.

 

Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (13/12/2025), proyek yang dikerjakan oleh CV. SUMBER POMPA PASURUAN dan diawasi oleh CV. REKADESIGN PRADANA ini menimbulkan kekhawatiran serius warga.

 

Sejumlah temuan fisik menguatkan dugaan bahwa proyek ini bermasalah secara fundamental, meliputi:

– Sambungan Tidak Rapat dan Retak Rambut: Warga mengeluhkan pemasangan U-Ditch yang tampak tidak presisi. Sambungan antar saluran terlihat tidak rapat, sebagian permukaan U-Ditch tidak rata, dan beberapa tutup U-Ditch mengalami retak rambut.

– Potensi Kebocoran: Ditemukan celah pada bagian dasar U-Ditch yang berpotensi menyebabkan kebocoran, mengurangi efektivitas saluran, dan memicu kerusakan dalam waktu singkat.

– Dasar Tidak Kuat: Warga menduga pemasangan tidak diawali dengan pemadatan dasar yang maksimal dan perataan yang baik, padahal hal ini krusial untuk daya tahan jangka panjang.

– Abaikan Spesifikasi & K3: Pemasangan dilakukan tanpa terlihat adanya pasir di samping U-Ditch dan pekerjaan dilanjutkan di tengah genangan air. Pekerja juga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (K3).

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari warga RT 01 RW 04 yang menilai proyek ini tidak memberikan manfaat nyata.

 

“Kalau begini, apa manfaatnya buat kami? Bangunan ada, tapi kualitas dan pelaksanaannya amburadul,” keluh seorang warga.

 

Warga lain yang enggan disebutkan namanya menambahkan, “Pekerjaannya terkesan dikejar waktu. Banyak sambungan tidak lurus dan bagian bawahnya seperti tidak diberi alas yang kuat.”

Baca juga
Lapor....Pak Bupati !!!

 

Warga juga menyayangkan minimnya pengawasan dari pihak terkait. Mereka khawatir proyek yang menggunakan anggaran publik ini akan cepat rusak.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Perkim. Masyarakat Perumahan Bugul Permai mendesak agar pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan ulang, evaluasi menyeluruh, dan penindakan tegas jika dugaan pengerjaan asal jadi ini terbukti, demi mewujudkan drainase yang fungsional dan transparan.

Ghana/Chu