SURABAYA , Newscakra.com – Kaisar Bauksit Nusantara Grup (Kabantara Grup), perusahaan yang didirikan oleh pengusaha nasional asal Situbondo, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang Akrab Dsapa Gus Lilur Pengusaha Asal Situbondo, menargetkan ekspansi penguasaan konsesi tambang bauksit secara signifikan pada tahun 2026. Langkah strategis ini akan mencakup tiga provinsi dan sebelas kabupaten di Indonesia.
Provinsi yang menjadi fokus utama ekspansi awal Kabantara Grup adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Riau. Di Kalimantan Barat, Kabantara Grup akan memperluas jangkauannya di Kabupaten Ketapang, Mempawah, Sanggau, Kubu Raya, Landak, dan Kayong Utara. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, ekspansi akan menyasar Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, dan Katingan. Khusus di Provinsi Kepulauan Riau, Kabantara Grup akan melakukan ekspansi di Kabupaten Bintan.
Setelah berhasil menguasai konsesi tambang bauksit di ketiga provinsi tersebut, Kabantara Grup berencana membangun fasilitas smelter alumina. Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan smelter ini adalah di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Sebagai alternatif, perusahaan juga mempertimbangkan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki cadangan batu bara melimpah, mengingat batu bara akan menjadi sumber energi utama untuk operasional smelter. Bauksit yang diperoleh dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Riau akan menjadi bahan baku utama dalam produksi alumina dan aluminium di smelter tersebut, sementara batu bara akan dipasok dari tambang di sekitar lokasi smelter.
Halima






