MALANG, Newscakra.com — Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, S.Hut., M.H., menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pelestarian sumber daya air yang diusung oleh Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN). Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Ketum FPN di Rumah Dinas Bakorwil III, Jl. Simpang Ijen, Malang, Selasa (27/01/2026).
Pertemuan bertema “Menjaga Air Tetap Ada” ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Bakorwil III, termasuk Sekretaris Badan serta jajaran Kepala Bidang Sarana dan Prasarana guna membahas solusi produktif terkait ketersediaan air dan oksigen di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Asep Kusdinar memberikan apresiasi tinggi kepada FPN. Ia menilai, di tengah dinamika saat ini, gerakan organisasi yang konsisten memperjuangkan isu ekologi dan kesadaran hukum penggunaan air adalah hal yang langka.
“Ini adalah hal yang langka dan hampir punah. Masih ada ormas yang berjuang demi kebermanfaatan sesama, terutama terkait keberlanjutan air dari sisi ekologi, ekonomi, dan hukum. Kami mendukung penuh inisiatif pengkayaan tanaman di catchment area (daerah tangkapan air) seperti kawasan Kota Batu, Arjuno, Bromo, Semeru, hingga Ijen,” tegas Asep Kusdinar.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bakorwil III segera menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan mengeluarkan surat rekomendasi ke berbagai dinas dan institusi terkait di Jawa Timur, dengan tembusan langsung kepada Gubernur Jawa Timur.
Ketua Umum Dewan Majelis Nasional FPN, Dodik Purwoko, S.P., yang hadir didampingi Asisten Konstruksi Budaya & Peradaban Jatim, Devid Yuliasir, menekankan bahwa ketersediaan air adalah kunci kedaulatan NKRI.
Gerakan penanaman sejuta pohon yang diinisiasi FPN bertujuan untuk:
Menjaga Swasembada Pangan: Melalui ketersediaan air irigasi yang stabil.
Ekonomi Hijau: Mewujudkan keterlibatan masyarakat dalam ekonomi berbasis lingkungan (Asta Cita II).
Pertahanan Negara: Kedaulatan air dan pangan sebagai pilar pertahanan non-militer.
“Kami mengapresiasi pelayanan dan dukungan Bakorwil III. Langkah selanjutnya adalah koordinasi intensif agar masyarakat terlibat aktif dalam menjaga ketersediaan air, demi masa depan peradaban dan kelestarian alam nusantara,” ujar Dodik Purwoko.
Remat/Gha






