PAMEKASAN ,Newscakra.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen kuatnya untuk mengajukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat. Kesepakatan ini lahir sebagai respons langsung atas aspirasi masyarakat Madura yang telah disampaikan melalui Surat Bersama Bupati se-Madura dan didukung oleh Naskah Akademik KEK Tembakau Madura.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan keseriusan Pemprov Jatim dalam memperjuangkan inisiatif strategis ini hingga tuntas. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pembangunan dan pemerataan ekonomi di wilayah Madura, memanfaatkan potensi besar yang dimiliki, terutama di sektor tembakau. “Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujar Gubernur Khofifah usai rangkaian Haul Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan. Ia menekankan bahwa pengajuan KEK ini sejalan dengan komitmen pembangunan inklusif Provinsi Jawa Timur, demi memastikan tidak ada satu wilayah pun yang tertinggal.
Menindaklanjuti arahan Gubernur, Wakil Gubernur Jawa Timur ditugaskan untuk segera melakukan kajian teknokratis dan administratif mendalam guna melancarkan proses pengusulan KEK Tembakau Madura ke pemerintah pusat. Wakil Gubernur menegaskan kesiapannya, didukung oleh dasar pengajuan yang kuat, baik dari naskah akademik maupun dukungan politik para bupati se-Madura. Pengembangan KEK ini diharapkan menjadi lokomotif bagi penguatan ekonomi Madura, sekaligus strategi perlindungan dan transformasi ekonomi lokal yang mampu menciptakan nilai tambah signifikan bagi petani dan pelaku usaha setempat.
Dukungan Pemprov Jatim ini disambut hangat oleh Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik, Subairi Muzakki dari Komunitas Muda Madura (KAMURA). Ia menjelaskan bahwa selama ini, meskipun Madura dikenal sebagai sentra tembakau nasional, nilai tambah industri tembakau belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat lokal. “Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang terintegrasi agar petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ungkapnya.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, yang turut hadir dalam pertemuan, menekankan pentingnya stabilitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan program strategis seperti KEK, yang merupakan bagian krusial dari pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.






