BENGKULU TENGAH
Newscakra.com– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) untuk menyempurnakan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan ini mengusung tema “Digitalisasi Pelayanan Publik dan Optimalisasi Kualitas Sektor Strategis Daerah“, sebagai wujud perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Forum dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Nurul Iwan Setiawan, M.Si., dan Kepala BAPPEDA, Agung Budiyanto, S.E., M.E., di Pendopo Bukit Kandis, Rabu (11/02/2026).
Acara ini dihadiri oleh unsur forkopimda, Staf Ahli, Ketua DWP, Kepala OPD, Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Tengah Cornelius, S.S., M.M., para camat, tokoh agama, tokoh adat, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala BAPPEDA Agung Budiyanto menekankan pentingnya FKP sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat dan mengintegrasikan kebijakan pusat serta provinsi.
“Transformasi digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif, efisien, dan terintegrasi, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif,” ujarnya.
BAPPEDA telah menghimpun 28 Pokok Pikiran (Pokir) dan 510 usulan Musrenbang Kecamatan, yang meliputi 380 usulan infrastruktur, 54 usulan ekonomi, dan 76 usulan kemasyarakatan.
Seluruh usulan akan disaring dan disesuaikan dengan 9 Program Prioritas Pembangunan Daerah, antara lain Ibukota Modern, Jalan Mulus, Percepatan Pembangunan Wilayah Blank Spot, Jaminan Kesehatan Gratis, Benteng Kalabambu, Gerakan Cinta Batik Sungai Lemau, Peningkatan Kapasitas Fiskal dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, serta Benteng Berbinar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Nurul Iwan Setiawan, M.Si., menegaskan peran FKP dalam menjaga keselarasan pembangunan lintas pemerintahan. “Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyinkronkan program dan kebijakan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten, serta mengawal usulan Musrenbang Kecamatan agar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah,” katanya.
Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Tengah melaporkan kondisi perekonomian daerah yang positif. PDRB Kabupaten Bengkulu Tengah pada tahun 2025 tumbuh 4,22 persen, meningkat dari 3,97 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didukung oleh membaiknya akses transportasi, komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet, serta pertumbuhan pariwisata.
Melalui FKP ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berkomitmen mengarahkan pembangunan daerah secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Penyempurnaan rancangan awal RKPD 2027 diharapkan dapat merangkum aspirasi masyarakat dan memperkuat sinergi antar level pemerintahan demi mewujudkan Bengkulu Tengah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Tarmizi






