Desakan GMBI Sangkapura: Uji Kualitas Pertalite Wajib Dilakukan Sebelum Distribusi ke Pulau Bawean

Redaksi

News Cakra , Bawean, Gresik — LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura mendesak PT Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait untuk mengambil langkah tegas: menguji sampel bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebelum didistribusikannya ke masyarakat di wilayah Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Desakan ini muncul sebagai upaya proaktif untuk menjamin kualitas dan standar oktan (RON) BBM bersubsidi yang diterima masyarakat.

Ketua GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, menekankan pentingnya langkah pengujian ini demi memastikan kadar oktan Pertalite benar-benar memenuhi standar nasional, yakni RON 90, sesuai yang telah ditetapkan oleh Pertamina.

“Kami minta agar sebelum Pertalite disalurkan ke masyarakat Bawean, harus diambil sampelnya terlebih dahulu dan diuji. Jika hasilnya menunjukkan RON 90, baru boleh didistribusikan,” tegas Junaidi, Senin (13/10/2025).

Tanggapi Dugaan BBM Oplosan Solar
Junaidi menjelaskan bahwa permintaan mendesak ini dipicu oleh adanya dugaan peredaran BBM Pertalite yang bercampur dengan Solar di beberapa wilayah Bawean. Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan yang bergantung pada bahan bakar bersubsidi tersebut.

Untuk menjamin akuntabilitas, GMBI juga menuntut agar proses pengawasan dan pengujian BBM dilakukan secara transparan dan dilengkapi dengan Berita Acara resmi yang melibatkan pihak pengirim, pengangkut, dan penerima BBM.

“Kami ingin pengawasan ini melibatkan semua pihak — Pertamina, Syahbandar, aparat, dan masyarakat. Jangan sampai ada BBM kualitas rendah yang masuk ke Bawean,” imbuhnya.

LSM GMBI KSM Sangkapura berkomitmen untuk terus mengawal ketat proses distribusi BBM bersubsidi di Pulau Bawean, memastikan semua berjalan sesuai regulasi dan masyarakat menerima BBM yang berkualitas aman dan sesuai standar nasional.

TIM

Baca juga
Ketua TP PKK Situbondo Resmi Dilantik, Siap Optimalkan 10 Program Prioritas