Dugaan Korupsi Dana BOS di SMPN 2 Adiluwih: Wali Murid Keluhkan Ketidaktransparanan dan Potensi Mark Up

Redaksi

 

Pringsewu, Lampung newscakra.com – Keresahan menyelimuti wali murid SMPN 2 Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, terkait realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2024. Informasi dari wali murid yang berdomisili di Jl. Dadirejo, Pekon Waringinsari Timur, mengindikasikan adanya ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana BOS, dengan dugaan praktik mark up dalam penggunaannya.

Menanggapi informasi tersebut, sejumlah awak media dan tim investigasi melakukan kunjungan ke SMPN 2 Adiluwih pada Jumat, 28 November 2025, untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Kepala Sekolah SMPN 2 Adiluwih, Muksin S.Pd, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait realisasi anggaran, termasuk kegiatan pembelajaran dan bermain, pembayaran honor, serta pengembangan perpustakaan, tidak mampu memberikan penjelasan rinci mengenai penggunaan dana BOS tahun 2024 yang telah terealisasi.

Muksin S.Pd hanya menjelaskan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran dan bermain difokuskan untuk memberikan pengalaman menyenangkan bagi siswa. Terkait tenaga honorer, terdapat lima orang yang bekerja di sekolah pada tahun 2024, dengan gaji bervariasi, rata-rata di bawah 1 juta Rupiah per bulan. Untuk pengembangan perpustakaan, anggaran digunakan untuk pengadaan buku-buku kurikulum merdeka.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, anggaran dana BOS yang telah terealisasi di SMPN 2 Adiluwih tahun 2024 adalah sebagai berikut:

* Kegiatan Pembelajaran dan Bermain : Rp 171.858.500
* Pembayaran Honor : Rp 88.440.000
* Pengembangan Perpustakaan : Rp 19.406.000

Ketidakmampuan kepala sekolah dalam memberikan penjelasan detail mengenai penggunaan dana BOS, serta adanya keluhan dari wali murid terkait transparansi, menimbulkan tanda tanya besar. Awak media akan terus menggali informasi lebih lanjut dan melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan penyalahgunaan dana BOS di SMPN 2 Adiluwih.

Yulie

Baca juga
BARONG GRUP KONSULTASIKAN AKUISISI PABRIK ROKOK DI MALAYSIA KE KEDUBES RI KUALA LUMPUR