JEMBER NewsCakra.com – Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, mengunjungi SMP Negeri 1 Panti dalam rangka kegiatan sosialisasi “Sekolah Ramah Anak”. Acara yang mengusung tema “Bersama Wujudkan Sekolah Ramah Anak” ini dilaksanakan pada Senin (27/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jember Drs. Hadi Mulyono, jajaran OPD, serta Kapolsek Panti. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa-siswi SMP Negeri 1 Panti.
Dalam sambutannya, Gus Fawait memotivasi siswa-siswi dengan membagikan pengalamannya. “Saya ini juga orang desa, sekolah dari SD, MTs, Madrasah Aliyah juga di desa, hanya kuliah yang di Malang,” ucapnya, disambut antusias siswa.
Gus Fawait menekankan pentingnya pemerataan pendidikan dan saling menghargai. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemerataan pendidikan dan menciptakan keramahan di lingkungan sekolah dan antar siswa.
“Generasi muda yang kita harapkan sebagai generasi penerus bangsa harus sudah siap menjemput Indonesia Emas dengan kemampuan kecerdasan, akhlak, serta budi pekerti yang mumpuni,” tutur Gus Fawait.
Ia juga menambahkan, di era digital dengan dampak yang luar biasa ini, diperlukan kerja sama antar semua pihak—baik orang tua, sekolah, masyarakat, aparatur pemerintah, hingga tokoh agama—untuk membentuk karakter yang kuat.

Di tempat yang sama, Kepala SMP Negeri 1 Panti, Ibu Astuti, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Jember menjadikan sekolahnya sebagai tuan rumah.
“Kami berharap, dengan kegiatan ini, siswa kami bisa lebih semangat dalam belajar dan menghindari kegiatan yang kurang bermanfaat,” harap Ibu Astuti.
Ia menjelaskan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor individu, keluarga, pergaulan, dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perlu diciptakan iklim yang kondusif.
“Implementasinya adalah dengan mencintai negara Indonesia dan terus memupuk jiwa kesatuan dan persatuan. Tujuannya agar semangat belajar di kalangan generasi bangsa, utamanya pelajar, bisa disiplin dalam menggapai cita-cita,” jelasnya.
Ibu Astuti menutup dengan menegaskan bahwa mencapai cita-cita Indonesia Emas adalah suatu kewajiban yang harus dijemput para siswa dengan belajar sebaik-baiknya.
Idham






