HRM. KHALILUR R ABDULLAH SAHLAWIY: RENCANA BESAR BARONG GRUP JADI “KAISAR ROKOK DUNIA” DENGAN PADUAN KONGLOMERAT DAN UMKM

Redaksi

BISNIS , Newscakra.com –  Founder & Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG GRUP), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, mengumumkan penyelesaian konsep, strategi, dan rencana bisnis besar-besaran untuk mengembangkan industri rokok Indonesia hingga menjangkau skala global. Rencana yang disusun dari Kamar 1210 Hotel Sheraton Manila Bay ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan perusahaan konglomerat, tetapi juga pada pemberdayaan ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan kesejahteraan petani tembakau Indonesia.

Setelah melalui tahap persiapan awal yang difokuskan pada penyelesaian legalitas, BARONG GRUP telah membentuk tiga kategori induk perusahaan:

1. PERUSAHAAN ROKOK (6 INDUK PERUSAHAAN)

– 5 perusahaan telah menyelesaikan seluruh proses legalitas, di mana 1 di antaranya sudah memiliki pabrik rokok dengan kelengkapan lengkap.
– 1 perusahaan lagi sedang dalam proses pembuatan legalitas.
– Daftar perusahaan dan singkatan:
– Rokok Bintang Sembilan (RBS)
– Bandar Rokok Nusantara (BARON)
– Joko Tole Nusantara (JOLENTARA)
– Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA)
– Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG)
– Madura Indonesia Tembakau (MASAKU)

2. PERUSAHAAN TEMBAKAU (2 INDUK PERUSAHAAN)

– Nusantara Global Tobacco (NGO)
– Bandar Tembakau Indonesia (BAKAU INDONESIA)

3. PERUSAHAAN DISTRIBUSI (1 INDUK PERUSAHAAN)

– Angkut Barang Seluruh Nusantara (ABANG SETARA)

Langkah selanjutnya adalah ekspansi usaha yang akan mencakup pembangunan infrastruktur dan fasilitas produksi di tiga provinsi strategis: Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Tengah.

GUDANG TEMBAKAU RAKSASA DI 17 KABUPATEN

– Jawa Timur: Sumenep, Pamekasan, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi
– NTB: Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram
– Jawa Tengah: Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, Pati, Magelang, Jepara

Selain 17 kabupaten dengan gudang tembakau, akan dibangun pabrik tambahan di dua kabupaten lainnya: Sidoarjo dan Malang. Semua pabrik dirancang dengan skala menengah hingga besar berstandar internasional.

Baca juga
Propam Polri Undang Ketua PPWI Terkait Dugaan Pelecehan dan Ancaman Kapolres Pringsewu

“Tidak cukup hanya menjadi pengusaha yang berorientasi pada keuntungan. Saya berdoa agar Sang Kuasa menitipkan rejeki miliaran hamba-Nya di tangan saya untuk dibagikan kepada banyak orang,” ujar HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, BARONG GRUP akan membangun dan membina hingga 2.000 Perusahaan Ritel (PR) UMKM rokok di 17 kabupaten yang memiliki gudang tembakau. Setiap UMKM akan mempekerjakan 20 karyawan, sehingga secara keseluruhan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang.

UMKM tersebut akan difasilitasi pembiayaan untuk melakukan produksi (maklon) enam jenis rokok kretek dengan menggunakan jenis tembakau lokal yang berbeda:

1. Virginia Blend – Tembakau Lombok
2. Oriental Blend – Tembakau Madura
3. Burley Blend – Tembakau Jember-Banyuwangi
4. Besuki Blend – Tembakau Situbondo
5. Lumajang Blend – Tembakau Lumajang
6. Srintil Blend – Tembakau Temanggung

Konsep bisnis ini akan menjadikan 19 pabrik rokok konglomerat berkolaborasi erat dengan 2.000 UMKM, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri rokok global yang mampu bersaing dan menjadi “Kaisar Pengusaha Rokok Dunia”.

Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga untuk memberikan dampak positif pada perekonomian nasional. “Saatnya petani tembakau Indonesia kaya, saatnya rokok Indonesia berjaya, dan saatnya Republik Indonesia jaya raya,” tegasnya.

“Semoga Allah menyertai seluruh rencana ini dengan Ridho dan Ma’unah-Nya. Aamiin, InsyaAllah, MasyaAllah, Bismillah.”

Penulis: HalimaEditor: Red