PASURUAN NewsCakra.com – Forum Masyarakat Pasuruan Prihatin (FORMAPAN) kembali menggelar aksi demonstrasi di Pendopo Bupati Pasuruan, Jalan Panglima Sudirman, menyusul aksi sebelumnya di perusahaan AQUA Gondangwetan. Aksi ini diwarnai kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas penanganan sejumlah persoalan masyarakat.
Dalam orasinya, massa menuntut agar pemerintah daerah lebih serius memperhatikan masalah yang mereka hadapi. Solikhul Aris, seorang advokat dari Kongres Indonesia, menilai penanganan pemerintah daerah dianggap tidak maksimal.
“Lebih baik mundur saja jadi Bupati Pasuruan kalau tidak dapat menyelesaikan masalah ini,” ungkap Aris dengan nada pedas.
Bupati LIRA Pasuruan, Muslim, juga melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan Bupati Pasuruan H. Rusdi Sutejo, yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. “Sejak memimpin, kebijakannya kami anggap amburadul dan tidak netral. Bahkan untuk audiensi saja kami tidak diberi akses,” kata Muslim.
Muslim juga menyoroti tidak adanya keterlibatan masyarakat dalam proses kebijakan, padahal merekalah pihak yang paling terdampak. Di antara spanduk yang dibawa pendemo, terdapat tulisan bernada tudingan serius terhadap Bupati: “Bupati Diktator itu Russsdi, Guru di bully, rakyat dipenjarakan, CSR dikuasai, ASN diancam.”
Aksi demo berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa menyatakan siap melanjutkan protes hingga adanya solusi konkret yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Hingga aksi berakhir, belum ada respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan maupun manajemen AQUA Gondangwetan terkait tuntutan yang disampaikan.
Gha






