SITUBONDO , Cakra.or.id– LBH Cakra Kabupaten Situbondo menyoroti maraknya penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite secara masif kepada para pengepul. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran.
Ketua LBH Cakra Kabupaten Situbondo, Nofika Syaiful Rahman, atau akrab disapa Opek, menjelaskan bahwa meskipun secara teknis Pertalite termasuk BBM khusus penugasan dan bukan subsidi murni, penyalurannya tetap harus dikontrol ketat. Hal ini karena Pertalite mendapat kompensasi harga dari APBN, sehingga peruntukannya diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Kami menemukan beberapa SPBU di Situbondo terang-terangan melayani pengisian BBM Pertalite dalam jumlah besar untuk para pengepul. Praktik ini jelas-jelas menyalahi aturan dan merugikan masyarakat luas ,Kami Seting Menjumpai Mobil Yang Bolak Balik Mengisi BBM Jeniis Pertalite jenis Pertslite,” kata Opek.
Menurutnya, pembatasan Pertalite melalui sistem QR Code MyPertamina bertujuan agar BBM terjangkau ini hanya bisa diakses oleh masyarakat yang berhak. Namun, penjualan ke pengepul justru memicu kelangkaan di tingkat SPBU dan menciptakan pasar gelap dengan harga jual yang lebih tinggi, yang pada akhirnya membebani masyarakat.
LBH Cakra mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Situbondo, untuk menindak tegas oknum SPBU dan para pengepul yang terlibat. Mereka juga meminta Pertamina untuk memperketat pengawasan internal terhadap seluruh SPBU di wilayah Situbondo.
“Kami akan terus memantau dan mengawal isu ini. LBH Cakra siap memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat yang merasa dirugikan,” tutup Opek.
LBH Cakra, yang fokus pada isu-isu sosial dan perlindungan hak masyarakat, telah mengantongi sejumlah SPBU di Situbondo yang terindikasi kuat melakukan praktik ilegal tersebut. LBH Cakra berkomitmen mengawal penegakan hukum yang adil dan transparan demi kepentingan masyarakat.
BS/YP






