LSM GMBI Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Miliaran Rupiah di SMAN 1 Sangkapura Gresik

Redaksi

GRESIK , Cakra.or.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura menyoroti proyek konstruksi rehabilitasi ruang kelas senilai Rp893.545.560,00 dan pembangunan dua ruang toilet dengan anggaran Rp271.524.306,00 di SMA 1 Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kedua proyek ini merupakan bagian dari anggaran PAPBD mendahului Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, bersama timnya, menemukan beberapa dugaan penyimpangan saat turun ke lokasi. Menurutnya, pekerjaan konstruksi tersebut tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.

Saat mengecek pembangunan toilet, timnya menemukan indikasi tidak adanya pondasi sebagai dasar bangunan. Selain itu, para pekerja juga tidak dibekali Alat Pelindung Diri (APD), padahal pihak rekanan, yaitu CV Putra Mandiri, memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan pekerja.

Junaidi juga mengeluhkan minimnya fungsi pengawasan dari pihak terkait. Konsultan Pengawas dinilai tidak intens berada di lokasi kegiatan. Keterbukaan informasi publik juga minim, karena awalnya papan informasi proyek Tidak Terpasang .Namun, Papan informasi baru dipasang setelah ditegur.

Junaidi menyatakan akan berkoordinasi dengan Ketua LSM GMBI Wilter Gresik untuk mengadukan hal ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ia juga akan meminta Dinas Pendidikan untuk menghentikan sementara proyek tersebut jika pengerjaannya tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

LSM GMBI KSM Sangkapura berkomitmen untuk terus memantau pekerjaan ini hingga selesai. Mereka mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam memantau segala jenis proyek yang dibiayai oleh negara. Untuk itu, LSM GMBI akan segera membuat posko pengaduan guna membantu masyarakat menyampaikan aspirasinya.

Redaksi

Baca juga
Dukungan Penuh Gubernur untuk SMA Siger: Harmonisasi Pemimpin Daerah Dorong Kemajuan Pendidikan Lampung