Newscakra.com – Pertemuan silaturrahmi antara HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy yang Akrab Disapa Gus Lilur Pengusaha Terkenal Asal Situbondo dengan seorang pengusaha rokok asal Madura yang menjadi pionir ekspor produk rokok dari daerah ini ke pasar Asia dan Eropa telah menghasilkan sinergi bisnis yang menjanjikan.
Pertemuan ini terjadi setelah Gus Lilur berbagi keluhan terkait tantangan dalam proses ekspor rokok, yang kemudian diperkenalkan oleh Salah Satu pejabat Bea Cukai kepada figur yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.
Pengusaha yang merupakan orang asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan istri berasal dari Sumenep, kini menetap di Pamekasan dan memiliki pabrik rokok di Sumenep serta Pamekasan. Ia menjadi pengusaha rokok Madura pertama dan hingga saat ini satu-satunya yang melakukan ekspor secara legal ke wilayah Asia dan Eropa.
Selama pertemuan, Gus Lilur mendapatkan banyak wawasan mendalam mengenai berbagai aspek bisnis rokok, mulai dari pemilihan tembakau, pembuatan saus rokok, operasional pabrik, hingga proses ekspor yang sesuai peraturan. Salah satu merek rokok yang telah dikenal di pasar domestik Indonesia dan diekspor adalah EXODUS.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Lilur menyampaikan visi besarnya: menjadi pengusaha rokok terbesar di Asia, tidak hanya sebatas Indonesia. Menurut sang pionir ekspor, saat ini banyak pabrik rokok yang beroperasi di Madura, namun hanya sedikit yang mampu menjangkau pasar nasional, apalagi pasar ekspor internasional.
Sang pionir bahkan terkejut ketika mengetahui bahwa jaringan pasar rokok yang dimiliki Gus Lilur telah menjangkau 9 negara di Asia. Berdasarkan potensi dan jaringan yang dimiliki kedua pihak, akhirnya mereka menyepakati perjanjian kerja sama bisnis untuk mengembangkan pasar lebih luas.
Diskusi yang berlangsung di rumah sang pionir di Pamekasan berakhir pada pukul 23.55 WIB, Sebelum berpisah Mereka berfoto bersama.






