JEMBER,Newscakra.com – Musibah kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik seorang janda lansia, Ibu Buhsia (67), di Dusun Sumberkelopo, RT 01 RW 33, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, pada Jumat (27/3) sore sekitar pukul 17.34 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, bangunan yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut rata dengan tanah.
Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Buser (Pak Tosan). Kejadian bermula saat aliran listrik di rumah Buser tiba-tiba padam secara mendadak. Saat keluar rumah untuk memeriksa meteran, ia dikejutkan dengan kobaran api yang sudah membumbung tinggi dari rumah Ibu Buhsia.
Spontan, saksi berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Puluhan warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena material bangunan didominasi bahan yang mudah terbakar serta posisi rumah yang menyatu dengan dapur dan kandang sapi, api dengan cepat melahap seluruh struktur bangunan.
Beruntung, saat kejadian Ibu Buhsia sedang tidak berada di lokasi. Janda lansia yang tinggal sebatang kara ini diketahui tengah berkunjung ke rumah anaknya yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat kejadian.
“Saat listrik padam, saya keluar dan api sudah sangat besar. Warga sudah berusaha membantu, tapi api terlalu cepat merembet,” ujar Kepala Dusun Sumberkelopo, Suparmanto, menirukan kesaksian warga di lokasi.
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Seluruh harta benda milik korban gagal diselamatkan, meliputi Satu set kursi tamu dan lemari kayu,Tiga buah dipan dan kasur,Dua lemari plastik dan seluruh peralatan dapur Serta Struktur bangunan RTLH yang kini rata dengan tanah.
Pihak Pemerintah Desa Curahkalong bergerak cepat dengan melaporkan insiden ini ke tingkat kecamatan. Perangkat Desa Curahkalong, Novian Semi Pambudi, menyatakan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada Camat Bangsalsari agar korban segera mendapatkan bantuan darurat.
“Kami sudah melaporkan langsung ke Pak Camat. Pemilik rumah adalah janda lansia yang hidup sebatang kara dan rumahnya memang masuk kategori tidak layak. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah maupun dermawan, baik untuk kebutuhan mendesak maupun pembangunan kembali hunian yang layak bagi Ibu Buhsia,” ungkap Novian.
Menanggapi dugaan korsleting listrik sebagai pemicu api, pihak desa mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin mengecek instalasi listrik, terutama pada bangunan tua yang masih menggunakan material bambu atau kayu yang rentan terbakar.
Idham







