Smada Situbondo Berbenah: Pemangkasan Pohon untuk Kawasan yang Lebih Rapi dan Edukatif

Redaksi

Situbondo, Cakra.or.id – Pemangkasan dan penebangan pohon di hutan SMA Negeri 2 Situbondo (Smada) telah memicu kontroversi dan demonstrasi siswa. Pada Senin, 27 Agustus 2024, sebanyak 1.075 siswa dari kelas X hingga XII menggelar aksi protes terhadap kebijakan kepala sekolah terkait hal ini. Aksi tersebut mengakibatkan reputasi sekolah tercoreng, ditandai dengan penggunaan pamflet dan karikatur kepala sekolah yang dinilai tidak etis dan berpotensi merusak hubungan guru dan siswa.

Sebelum dilakukan pemangkasan, hutan Smada yang lebat dan kurang terawat menjadi habitat sejumlah satwa liar seperti ular dan biawak. Pembersihan dan pemangkasan yang dilakukan bertujuan untuk menata kawasan tersebut agar lebih rapi dan mudah diakses oleh siswa dan masyarakat. Hutan yang berlokasi di belakang sekolah dan berdampingan dengan lapangan olahraga ini, kini terlihat lebih tertata.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa pemangkasan hanya difokuskan pada pohon yang tidak lurus secara estetika. Pohon-pohon yang lurus dan sehat dipertahankan untuk pengembangan menjadi kawasan edukasi wisata (eduwisata) di masa mendatang.

Kejadian ini telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat Situbondo. Perlu adanya dialog dan upaya untuk menjembatani kesenjangan pemahaman antara pihak sekolah dan siswa, serta mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan proses pemangkasan dan penebangan pohon telah sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku.

Halima

Baca juga
SMK Negeri 5 Jember Gelar Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW