Sorotan Tajam Terhadap Gempol 9, Bupati Pasuruan Didesak Bersikap Adil 

Redaksi

PASURUAN Cakra.or.id – Polemik penertiban praktik prostitusi di Kabupaten Pasuruan semakin memanas, dengan desakan keras kepada Bupati untuk bersikap adil dan transparan. Sorotan tajam kini diarahkan pada “Gempol 9” di satu sisi, dan kawasan Tretes yang disebut-sebut lebih parah di sisi lain.

 

Misbah, selaku ketua LSM Gajah Mada angkat bicara perihal sejumlah pihak yang menyuarakan keprihatinan mendalam terkait dugaan standar ganda dalam penanganan praktik maksiat. Rabu (23/7/25)

 

“Padahal ada yang lebih ngeri, yang lebih vulgar, itu Tretes. Padahal di Tretes itu, itu sangat jelas-jelas bisnis esek-esek, bisnis lendir di situ, dan dikelola oleh orang luar kota Pasuruan. Kenapa nggak ditutup?,” terang Misbah.

 

Sudut pandang Misbah, mengapa hanya menyoroti Gempol 9 yang terus-menerus diserang, padahal menurutnya, di sana hanya ada warung kopi dan kafe hiburan karaoke.

 

“Kok sangat intens mereka nyerang Gempol 9 Ada apa gitu lho? Ayolah kita lebih bijak. Kasihan, mereka itu banyak janda-janda di situ, yang mana mereka itu dituntut agar supaya bisa menghidupi keluarganya,” ucapnya.

 

Kritik juga ditujukan kepada pihak-pihak yang dianggap munafik dalam menyikapi persoalan ini.

 

“Kita bukan orang suci, ya kan? Saudara Maki, Saudara Ayi, juga saya. Bukan orang suci. Jangan munafik lah jadi orang, jangan munafik, ya,” ujar Misbah.

 

Ia mengharapkan agar Bupati Pasuruan lebih bijak dalam menyikapi Gempol 9. “Itu harus ditutup. Jangan Gempol 9 yang kafe, tempat ngopi, tempat cari hiburan, nyanyi-nyanyi saja. Kasian mereka. Mereka juga manusia. Mereka butuh keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

 

Di sisi lain, ada dukungan terhadap program Bupati, namun dengan catatan. “Intinya saya mendukung apa yang dilakukan oleh Pemkab dan program Pak Bupati. Tapi di sisi lain, saya mengharapkan kepada Bupati Pasuruan agar supaya lebih bijak dalam menyikapi Gempol 9,” ucap Misbah.

Baca juga
Sorotan Tajam Kualitas Proyek Hotmix Suberejo - Tlogosari , Kontraktor Diduga Curangi Ketebalan Hotmix

 

Kekhawatiran juga diungkapkan terhadap beberapa tokoh publik yang disebut-sebut ikut mendesak penutupan Gempol 9.

 

“Saya juga prihatin terhadap Saudara Makki dan Saudara Ayi, yang mana sangat keras meminta kepada Pemkab agar supaya menutup Gempol 9,” tuturnya.

 

Warga Pasuruan kini menunggu sikap tegas dan adil dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam memberantas praktik prostitusi, tanpa tebang pilih dan dengan mempertimbangkan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.

Penulis: GhanaEditor: Red