Warga Situbondo Soroti Kualitas Proyek Hotmix Jalan ruas Curah Jeru (Dsn. Tengah) – Jalan Irigasi Diduga Rugikan Negara Puluhan Juta, Kontraktor dan Dinas PUPP Dituding “Kongkalikong”

Redaksi

SITUBONDO NEWSCAKRA.COM – Kualitas pekerjaan hotmix pada proyek Peningkatan Jalan ruas Curah Jeru (Dsn. Tengah) – Jalan Irigasi Yang Berlokasi Di Desa Curah Jeru Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Jawa timur menuai kritik keras dari masyarakat. Proyek senilai Rp. 248.692.600 yang didanai oleh APBD Kabupaten Situbondo dan dikerjakan oleh CV. MEDYATAMA ini diduga kuat dikerjakan asal jadi, menimbulkan indikasi kerugian negara hingga puluhan juta rupiah.

Sejak beberapa hari terakhir, polemik mengenai dugaan kualitas buruk proyek yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemukiman (DPUPP) Kabupaten Situbondo, Bidang Bina Marga, ini menjadi perbincangan hangat. Proyek Dengan Volume 368 Meter ini dinilai tidak sepadan dengan anggaran yang dikeluarkan.

Kritik tajam Di Sampaikan oleh Hepi, seorang warga Situbondo yang dikenal vokal. Ia menyatakan, meskipun secara kasat mata jalan tampak mulus, hasil pantauan langsung dan pengambilan sampel di lapangan menunjukkan kejanggalan serius.

“Uang rakyat seperti dipermainkan. Kami melihat kualitas pekerjaan ini sangat buruk dan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” tegas Hepi kepada awak media.

Hepi mengungkapkan, ketebalan hotmix yang ditemukan jauh di bawah spesifikasi teknis yang seharusnya. Temuan ini mengindikasikan adanya pengurangan volume material secara sengaja oleh pihak kontraktor. Ia memperkirakan kerugian negara akibat praktik ini mencapai puluhan juta rupiah.

Lebih lanjut, Hepi tidak hanya menyoroti kontraktor, tetapi juga menuding lemahnya fungsi pengawasan dari Dinas PUPP dan konsultan pengawas. Ia menilai pihak-pihak yang seharusnya menjamin mutu proyek justru terkesan melakukan pembiaran.

“Kami mempertanyakan komitmen Dinas PUPP dalam mengawal proyek-proyek yang menggunakan uang rakyat. Apakah ada unsur kesengajaan dalam melakukan pembiaran terhadap kualitas yang buruk ini?” tanya Hepi.

Baca juga
Ibu Menteri Sosial Hadir Dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Ia menduga kuat adanya “kongkalikong” atau persekongkolan antara pihak kontraktor, konsultan pengawas, dan pengawas dinas PUPP dalam proyek Peningkatan Jalan ruas Curah Jeru (Dsn. Tengah) – Jalan Irigasi

Menyikapi temuan ini, Hepi mendesak Bupati Situbondo, Mas Rio, untuk segera turun tangan. Ia meminta Bupati agar melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek dan menindak tegas semua pihak yang terbukti terlibat.

“Kami siap mempertanggungjawabkan temuan ini. Kami juga siap membantu jika diperlukan untuk menguji materi pekerjaan di lapangan,” ujar Hepi, menekankan pentingnya pertanggungjawaban yang jelas dan transparan atas uang negara.

Terakhir, Hepi mendesak Dinas PUPP untuk memberikan sanksi tegas kepada CV. MEDYATAMA, termasuk mem-blacklist perusahaan tersebut dan memproses hukum pihak-pihak terkait.

“Jangan hanya memberikan sanksi administratif, tetapi berikan efek jera agar tidak ada lagi pihak yang berani menyalahgunakan uang rakyat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Awak Media masih berupaya menghubungi pihak Dinas PUPP Kabupaten Situbondo dan CV. MEDYA TAMA untuk mendapatkan konfirmasi serta klarifikasi resmi terkait tuduhan kualitas buruk dan dugaan kerugian negara ini.

H-Bas