PASURUAN Cakra.or.id – Seorang wartawan D, menjadi korban pengeroyokan brutal saat akan meliput acara tarik tambang bertajuk “Sedarum Cup” yang digelar di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Insiden kekerasan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan belasan orang.
Menurut keterangan saksi mata, yang merupakan rekan korban, kejadian bermula saat D diminta untuk menunggu di lokasi acara. Saksi tiba lebih dulu di lokasi dan memastikan suasana saat itu masih kondusif. Namun, tak berselang lama setelah D datang, seorang pria berinisial M bertubuh tinggi kurus langsung menghampirinya.
Tanpa basa-basi, M bertanya, “Sampeyan D ya Cak ?. D menjawab iya. Sontak, M langsung melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Kekerasan itu kemudian memicu aksi pengeroyokan yang melibatkan dua pria lainnya, KH dan DT, serta sekira 15 orang lebih yang diduga rekan pelaku.
Saksi mencoba melerai, namun dihalangi oleh M yang menyebut bahwa tindakan itu berkaitan dengan pemberitaan yang sebelumnya yang dituduhkan ditulis oleh D. Diduga, kekesalan terhadap pemberitaan menjadi pemicu aksi main hakim sendiri tersebut.
“Saya tidak tahu persoalan apa, tiba-tiba ditanya nama, langsung dipukul dan dikeroyok ramai-ramai,” ujar D saat dimintai keterangan.
Tidak hanya dipukul, D juga mendapatkan ancaman pembunuhan secara verbal dari para pelaku. Saksi menyebut, M dan KH sempat melontarkan kalimat bernada ancaman keras:
“Kalau mau teruskan, teruskan! Tak tunggu kamu, tak cari, tak bunuh kamu!,” ujar saksi menirukan omongan M dan KH pada saat itu.
Pengeroyokan pun meluas hingga ke pinggir jalan raya. Diperkirakan sekitar 15 hingga 20 orang turut mengejar dan menyerang D. Dalam kondisi panik, korban berusaha menyelamatkan diri dari amukan massa. Meski berhasil menghindari sebagian besar pelaku, tiga orang yakni M, KH, dan DT terus mengejar hingga akhirnya korban berhasil diselamatkan oleh rekannya yang datang dan langsung membonceng D menjauh dari lokasi.
Sementara itu, saksi lain turut membantu dengan mengamankan sepeda motor korban yang tertinggal di lokasi.
Kepolisian telah menerima laporan resmi atas insiden ini dan saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif. Pihak berwajib mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi seputar pelaku atau kejadian tersebut agar segera melapor demi mempercepat proses penegakan hukum.






