Ketua Umum LSM P-MDM Kecam Keras Karnaval “Sound Horeg” di Depan Masjid Gunung Gangsir

Redaksi

NEWS CAKRA, PASURUAN — Ketua Umum LSM P-MDM, Gus Ujay, mengecam keras pelaksanaan kegiatan karnaval atau sound horeg yang digelar persis di depan tempat ibadah (masjid) di Desa Gunung Gangsir. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melukai hati masyarakat, tetapi juga mencederai norma-norma agama yang selama ini dijunjung tinggi.

“Saya selaku Ketua Umum LSM P-MDM sangat menyayangkan adanya kegiatan yang diadakan di Desa Gunung Gangsir, yang saya nilai sama sekali tidak menghormati tempat ibadah atau masjid. Bukannya kami tidak mendukung hiburan rakyat, tetapi harus bisa memilah lokasi pelaksanaannya dengan bijak,” ujar Gus Ujay, Sabtu (19/09/2026).

Gus Ujay menilai, pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya hadir di tengah-tengah kegiatan masyarakat yang berpotensi mencederai norma sosial dan agama. Kehadiran negara sangat penting untuk memastikan setiap bentuk hiburan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

“Jika pemerintah dan para penegak hukum terus menutup mata terhadap fenomena ini, maka batas antara hiburan dan norma akhlak akan semakin kabur,” tegasnya.

Gus Ujay mengaku fenomena serupa tidak hanya terjadi di Desa Gunung Gangsir, melainkan kerap ditemukan di berbagai lokasi lain di mana hiburan sound horeg luput dari pantauan hukum. Selain masalah lokasi yang tidak etis, ia juga menyoroti durasi atau jam tayang yang tidak terkendali, serta peredaran minuman keras (miras) di sekitar lokasi acara yang sempat disaksikannya secara langsung.

Menutup keterangannya, Gus Ujay kembali menegaskan agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap penyelenggaraan kegiatan hiburan masyarakat yang menyalahi aturan dan norma.

Baca juga
PTPN Regional I Unit VII Diduga Langgar Hukum Pertanahan Terkait Penawaran Lahan HGU
Penulis: Kapwrwil JatimEditor: Red