SURABAYA,Newscakra.com – Upaya percepatan hilirisasi komoditas unggulan Jawa Timur mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur” yang digelar di kantor PT Jamkrida Jatim, Rabu (15/04), Kementerian UMKM Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung program inkubasi usaha ekspor.
Deputy Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Ima Rahmania, menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi besar dan praktik baik yang telah dijalankan oleh PT Aisyah Cahaya Nusantara sebagai pelopor hilirisasi komoditas ekspor.
“Kami melihat potensi yang sangat besar dari program yang dijalankan PT Aisyah Cahaya Nusantara. Kami berharap model bisnis ini bisa menjadi contoh sukses yang dapat diduplikasi ke UMKM di seluruh Indonesia, khususnya dalam penerapan standarisasi dan perlakuan produk untuk pasar ekspor,” ujar Ima.
Senada dengan itu, Dinda Aulia Dwinanda Riska dari Kementerian UMKM RI menambahkan bahwa dukungan kementerian akan difokuskan pada tiga aspek utama: penguatan kapasitas kewirausahaan, fasilitasi akses pasar, serta pendampingan intensif agar pelaku usaha mampu bersaing dan berperan aktif dalam ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT Aisyah Cahaya Nusantara, Achmad Dahlan A.M., memaparkan bahwa perusahaan telah memiliki permintaan pasar (buyer existing) yang sangat besar, mencapai 9.000 ton cabe Jawa per tahun.
Sejak dimulai pada tahun 2019, pengembangan komoditas ini telah mengalami lonjakan signifikan, dari lahan seluas 2,5 hektar kini telah berkembang menjadi 2.000 hektar. Perusahaan juga didukung oleh fasilitas riset teknologi pertanian (farm) yang siap direplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia untuk memperluas produksi.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai elemen. Organisasi Masyarakat Formasy Praja Nusantara (FPN) di bawah kepemimpinan Dodik Purwoko, SP., siap berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi lahan.
“Kami siap mendampingi masyarakat agar program ini berjalan dengan semangat Bela Negara dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi lokal,” tegas Dodik.

Sinergi semakin kuat dengan kesiapan Perhutani KPH Jombang yang menyediakan lahan seluas 40 hektar di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang. Sektor perbankan juga turut mendukung melalui Bank Jatim Cabang Jombang yang diwakili oleh Pimpinannya, Hanif Julhamsyah, dengan menyediakan fasilitas kredit usaha tani.
Sementara itu, untuk mitigasi risiko, Zurich Insurance hadir memberikan solusi perlindungan berupa asuransi iklim/cuaca guna melindungi hasil panen dari ancaman cuaca ekstrem.
Acara ditutup dengan momen penting berupa penandatanganan kesepakatan bersama melalui dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Memorandum of Agreement (MOA).
Dokumen ini menjadi landasan kuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat ekspor komoditas unggulan, sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai percontohan nasional dalam membangun ekosistem ekspor yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Edy






