Bengkulu Utara,,Newscakra.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 dengan menggelar serangkaian kegiatan yang berpusat di Kelurahan Pasar Lais, pada hari Minggu ini. Pemilihan lokasi tersebut langsung ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara, Suharto Handayani, dengan pertimbangan wilayah ini dinilai sangat tepat dan kondusif untuk dijadikan tempat pelaksanaan berbagai latihan dan simulasi penanganan bencana.
Kegiatan peringatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama dan unsur pimpinan wilayah. Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Alpian. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain perwakilan dari Kepolisian Resor Bengkulu Utara yang diwakili oleh Kepala Bagian Operasi Ruli, unsur Komando Distrik Milimter yang diwakili oleh Komandan Rayon Militer Lais, Camat Lais Venti, Kepala Kepolisian Sektor Lais, Lurah Pasar Lais, serta sejumlah kepala dinas dan instansi terkait seperti Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, kepala desa di wilayah sekitar, perwakilan Puskesmas Lais, dan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Dalam sambutannya, Asisten II Alpian menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya peran serta kesiapan jajaran BPBD. Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi lebih diutamakan pada langkah-langkah pencegahan dan persiapan sejak dini.
“Kami berharap BPBD senantiasa siap siaga dan mampu memberikan pertolongan secara cepat dan tepat kapan pun dan di mana pun terjadi bencana di wilayah Bengkulu Utara. Semangat yang harus kita bangun bersama adalah Bangun Kesiapsiagaan Dini, agar dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, jajaran petugas penanggulangan bencana bersama unsur masyarakat sipil melaksanakan serangkaian simulasi dan praktik lapangan. Kegiatan ini difokuskan pada penanganan bencana yang berpotensi terjadi di perairan, baik di wilayah aliran sungai maupun di pesisir laut sekitar wilayah Lais. Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan dan keterampilan petugas serta pemahaman masyarakat dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap segala kemungkinan bencana.
Tarmizi






