Dugaan Menu Makanan Busuk di SDIT Al-Huda Bawean, LSM GMBI Desak Audit Total Program MBG

Redaksi

Gresik,Newscakra.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, menuai kritik tajam. LSM GMBI KSM Sangkapura melaporkan adanya temuan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa di SDIT Al-Huda, Dusun Timur Rujing, Desa Sungai Rujing.

Juru bicara LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari siswa dan guru mengenai kondisi menu MBG pada Jumat (24/04). Berdasarkan penelusuran di lapangan, ditemukan daging ayam dalam kondisi berbau busuk yang diduga berasal dari dapur penyedia SPPG Kaisar di Dusun Sawah Laut, Desa Sawahmulya.

“Ini bukan sekadar kelalaian kecil, melainkan masalah serius yang mengancam kesehatan anak-anak. Program yang seharusnya meningkatkan gizi siswa justru menyajikan makanan yang membahayakan,” tegas Junaidi dalam keterangannya.

Pihak sekolah telah mengonfirmasi temuan tersebut saat diklarifikasi melalui sambungan telepon. Berdasarkan keterangan tenaga pendidik di SDIT Al-Huda, daging ayam yang diterima tidak hanya berbau menyengat, tetapi juga masih meninggalkan bekas darah, menunjukkan proses pengolahan yang jauh dari standar higienis.

Menanggapi insiden ini, LSM GMBI KSM Sangkapura melayangkan tuntutan keras kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Perwakilan Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik:

1 . Investigasi Menyeluruh: Meminta pihak berwenang segera mengusut tuntas rantai pasok dan proses pengolahan di dapur penyedia.
2 . Sanksi Operasional: Mendesak penghentian sementara hingga permanen bagi SPPG yang terbukti melanggar standar kualitas dan keamanan pangan.
3 . Audit Total: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di seluruh dapur SPPG di Pulau Bawean.
4 . Evaluasi Tim Ahli: Mempertanyakan fungsi pengawasan dan kinerja tim ahli gizi dalam memantau distribusi makanan di lapangan.

Baca juga
Temuan Mayat Wanita Bertato di Persawahan Rejoso: Hasil Autopsi Pastikan Korban Kekerasan Benda Tumpul

“Kami meminta instansi terkait hadir secara nyata dalam pengawasan, bukan sekadar formalitas di atas kertas. Periksa semua dapur SPPG tanpa terkecuali. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tambah Junaidi.

Hingga berita ini dirilis, pihak pengelola dapur SPPG Kaisar maupun dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi. Namun, tekanan publik terus menguat agar program strategis pemerintah ini tidak tercoreng oleh pengelolaan yang tidak profesional dan mengabaikan keselamatan siswa.