Soroti Pasokan Material Bandara KASA, LBH Cakra dan Mitra Santri Desak Transparansi Penuh

Redaksi

KABUPATEN SITUBONDO

Newscakra.com – Bincang hangat antara Ketua DPC LBH CAKRA Kabupaten Situbondo Nofika Syaiful Rahman dengan Pembina LBH Mitra Santri Abd Rahman Saleh S.H., M.H. mengangkat persoalan krusial yang menjadi jantung pembangunan daerah: Bandara Kyai As’ad Syamsul Arifin (KASA) yang kini memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan.

Sebagai dua putra daerah yang akrab dengan dinamika wilayah timur Situbondo, keduanya tidak hanya menyatakan dukungan penuh terhadap proyek strategis ini, tetapi juga menyodorkan pertanyaan tajam yang perlu menjadi perhatian bersama.

Manfaat yang Harus Merata dan Terasa

Kedua figur ini sepakat bahwa Bandara KASA bukan sekadar simbol kemajuan infrastruktur, melainkan harus menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Situbondo. Manfaatnya harus menjangkau berbagai lapisan , dari pelaku usaha pariwisata yang berharap kunjungan wisatawan meningkat, hingga petani dan nelayan yang berpotensi memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Lebih dari itu, proyek ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya harus dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat infrastruktur lainnya di daerah.

Material Pasokan: Transparansi adalah Kunci

Salah satu poin yang menjadi sorotan utama dalam pembicaraan mereka adalah isu pasokan material yang tengah ramai diperbincangkan publik. Tidak bisa dipungkiri, proyek skala besar seperti pembangunan bandara seringkali menjadi ladang bagi praktik yang tidak transparan, mulai dari penentuan pemasok hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa.

LBH Cakra dan LBH Mitra Santri sebagai lembaga yang berperan dalam mengawal keadilan dan kepentingan masyarakat menegaskan bahwa setiap tahapan pengadaan material harus dilakukan dengan prinsip akuntabilitas, kompetisi sehat, dan berdasarkan kebutuhan teknis yang jelas.

Tidak ada ruang bagi praktik yang menguntungkan segelintir pihak semata, karena setiap rupiah yang dikeluarkan adalah uang rakyat yang harus memberikan nilai tambah maksimal.

Baca juga
Hibah KONI Kota Pasuruan Berujung Laporan Kejaksaan, FORMAT Beberkan Temuan Audit BPK

Keterlibatan Masyarakat Bukan Sekadar Retorika

Tak kalah penting, kedua narasumber menekankan bahwa keterlibatan masyarakat Situbondo harus bersifat langsung dan substansial, bukan hanya sebatas bentuk formalitas. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan, dampak yang mungkin terjadi, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengawasan dan evaluasi proyek. Ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pembangunan, tetapi juga membangun rasa memiliki yang kuat antara masyarakat dengan bandara yang akan menjadi kebanggaan daerah.

Pembangunan Bandara KASA adalah peluang emas bagi Situbondo untuk melompat ke level perkembangan yang lebih tinggi. Namun, potensi tersebut hanya akan terwujud jika dijalankan dengan integritas tinggi, transparansi yang penuh, dan partisipasi masyarakat yang sesungguhnya.

Semua pihak terkait Seperti pemerintah daerah, pengembang, hingga masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa proyek ini benar-benar menjadi jembatan kemajuan yang membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Situbondo.

Yopi