Semarak “Bunga Desaku” di Mumbulsari: Ribuan Guru Ngaji Jember Rayakan Pengakuan dan Kesejahteraan

Redaksi
Oplus_131072

JEMBER ,Newscakra.com – Di tengah lantunan sholawat yang mengalun hangat, Balai Desa Mumbulsari, Mumbulsari, Jember, pada Selasa (07/04/2026) siang, berubah menjadi lautan kebersamaan dan kegembiraan. Ribuan guru ngaji berkumpul, bukan sekadar menghadiri acara, tetapi merayakan pengakuan atas peran mereka yang selama ini senyap namun vital dalam membentuk moralitas masyarakat.

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian program “Bunga Desaku” inisiasi Pemerintah Kabupaten Jember ini berhasil memadati lokasi dengan sekitar seribuan guru ngaji bersama jamaah Sholawat Kampung sejak pagi hari. Kehadiran Bupati Jember, Gus Fawait, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut menambah semarak suasana, menegaskan komitmen pemerintah terhadap sektor keagamaan.

Dalam kesempatan istimewa tersebut, Gus Fawait membawa kabar gembira yang telah lama dinanti para guru ngaji. Ia memastikan bahwa insentif atau honor mereka telah dicairkan dan kini disalurkan dengan mekanisme yang lebih manusiawi, bebas dari antrean panjang yang membebani seperti sebelumnya.

“Alhamdulillah, insentif guru ngaji sudah cair dan diberikan secara terhormat, tidak perlu antre lagi seperti dulu,” ujar Bupati Fawait disambut suka cita hadirin.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Nurul Hafid Yasin, Kaur Kesra Kabupaten Jember, yang menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, terdapat 20.007 guru ngaji yang tercatat sebagai penerima insentif. Mayoritas dari mereka telah menerima haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya insentif, Pemerintah Kabupaten Jember juga menggulirkan sejumlah program tambahan guna meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji secara komprehensif. Di antaranya adalah pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak guru ngaji melalui jalur khusus, serta perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Program-program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi guru ngaji, tidak hanya sebagai pengajar keagamaan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial masyarakat. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi serta menjamin keberlanjutan peran mereka di tengah tantangan zaman.

Baca juga
Wujudkan Ramadan Aman dan Kondusif, Polres Lampung Tengah dan Polsek Jajaran Amankan Shalat Tarawih

Suasana acara semakin hidup saat sesi dialog dibuka. Para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari kebutuhan fasilitas pengajaran hingga harapan peningkatan kesejahteraan di masa mendatang. Interaksi langsung ini mencerminkan upaya pemerintah dalam membangun komunikasi dua arah yang efektif dengan masyarakat.

Menjelang akhir kegiatan, suasana kembali menghangat dengan kejutan dari Bupati. Ia memastikan seluruh peserta mendapatkan bingkisan sembako sebagai bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah.

“Nanti pulangnya tidak kosong, ada oleh-oleh sembako,” pungkas Gus Fawait disambut tepuk tangan meriah dari ribuan guru ngaji.

Kegiatan “Bunga Desaku” ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian serius kepada para guru ngaji. Di balik kesederhanaan peran mereka, tersimpan kontribusi besar dalam membangun karakter dan nilai-nilai moral masyarakat Jember.

Penulis: IdhamEditor: Red