Tragedi di Sungai Besini: Sedang Pasang Bambu Penahan Sampah, Warga Kasiyan Hilang Terseret Arus

Redaksi

JEMBER ,Newscakra.com – Wahono (70), pembantu ulu-ulu asal Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus Sungai Besini di bawah Jembatan Letter S, Desa Wringintelu, Selasa (9/6/2026). Korban ditemukan sekitar dua jam setelah dilaporkan hilang saat bekerja memasang bambu penahan sampah di aliran sungai tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban bersama Masrukin (65), juru turap, melaksanakan pemasangan bambu penahan sampah untuk mencegah material hanyut terbawa arus Sungai Besini.

Saat proses pemasangan berlangsung, salah satu bambu tiba-tiba hanyut terbawa arus. Masrukin kemudian berupaya mengejar dan mengambil bambu tersebut, sementara Wahono tetap berada di bawah jembatan untuk melanjutkan pekerjaan.

Namun setelah berhasil mengambil bambu dan kembali ke lokasi, Masrukin tidak lagi melihat keberadaan korban. Di lokasi hanya ditemukan topi dan sandal milik Wahono di tepi sungai.

“Saya kaget. Setelah berhasil mengambil bambu yang hanyut dan kembali ke lokasi, Pak Wahono sudah tidak ada. Saya hanya menemukan topi dan sandalnya di tepi sungai,” ujar Masrukin.

 

Menyadari korban hilang, Masrukin segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian. Warga kemudian bersama-sama menyisir aliran Sungai Besini.

Kepala Desa Kasiyan, Hadi Wismoyo, yang menerima laporan juga langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pengairan untuk menutup pintu dam di wilayah Spedo guna mempermudah proses pencarian.

“Begitu mendapat laporan, saya langsung menuju lokasi dan menghubungi pihak pengairan agar pintu dam di Spedo ditutup untuk membantu pencarian korban,” kata Hadi.

Setelah sekitar dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal diduga terseret arus. Saat ditemukan, Wahono sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga
Polres Pasuruan Kota Bersama Tokoh Masyarakat Tegaskan Komitmen Berantas Perjudian

Petugas Polsek Puger bersama tim terkait kemudian mengevakuasi jenazah korban ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah proses penanganan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas pekerjaan di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi arus cukup deras dan pekerjaan dilakukan di area jembatan maupun bantaran sungai.

Penulis: IdhamEditor: Red