Ragam  

Melalui Festival Nguri-Uri Budoyo 2026, Pemuda Kota Pasuruan Perkuat Karakter Kebudayaan dan Bebas Narkoba

Redaksi
Oplus_16908288

PASURUAN, newscakra.com— Semangat melestarikan seni dan budaya tradisional terus digelorakan oleh kalangan pemuda di Kota Pasuruan. Aliansi Pemuda Poros Tengah sukses menggelar Festival Budaya bertajuk “Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026” yang berlangsung meriah di Lapangan Bong Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Minggu (26/07/2026) malam.

 

Mengusung tema “Nglestareake Warisan Leluhur Mbangun Generasi Mudho Sing Berbudayo, Bermartabat, Berkarakter Lan Bebas Narkoba”, festival ini menjadi ajang konsolidasi budaya sekaligus kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika bagi generasi muda.

 

Ribuan warga tampak memadati area kegiatan untuk menyaksikan beraneka ragam atraksi seni. Acara ini semakin semarak dengan penampilan kesenian Bantengan dari Padepokan Lembu Baskoro serta pertunjukan seni bela diri pencak silat dari Pagar Nusa.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo, S.Tp., M.Si., Wakil Wali Kota, jajaran Asisten Setda, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Lurah Pohjentrek, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), serta jajaran tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda yang diikutsertakan dalam kepanitiaan atas inisiatif melestarikan warisan budaya leluhur. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus mendorong roda perekonomian masyarakat sekitar melalui keterlibatan sektor UMKM.

 

“Terlibatnya sektor UMKM dalam kegiatan ini tentu akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Kegiatan uri-uri budaya yang kita laksanakan ini mari kita jaga betul-betul sebagai warisan berharga dari para leluhur kita,” ujar Adi Wibowo.

 

Lebih lanjut, Adi Wibowo berharap Kota Pasuruan dapat terus berkembang menjadi kota yang religius dengan akar budaya yang kuat dan terjaga.

 

Baca juga
TREN BERBUKA PUASA BERSAMA DI BULAN RAMADHAN

“Kota Pasuruan ini harus menjadi kota yang religius dan budayanya tetap terjaga. Karena dengan agama hidup jadi terang, dengan ilmu hidup jadi mudah, dan dengan seni hidup jadi indah. Terima kasih kepada seluruh pihak, mari tetap jaga kekompakan serta kondusivitas wilayah,” tambahnya.

 

Sementara itu, perwakilan dari BNN yang hadir dalam acara tersebut mengimbau para generasi muda agar membentengi diri dari ancaman bahaya narkotika. Pihaknya berharap melalui kegiatan positif berbasis kebudayaan seperti ini, Kota Pasuruan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

 

Di tempat yang sama, perwakilan panitia penyelenggara, Edi Ambon, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Forkopimda, tamu undangan, serta masyarakat yang hadir dan mendukung penuh kelancaran acara.

 

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh tamu undangan dan antusiasme masyarakat. Berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, acara ini dapat berjalan dengan aman, tertib, sukses, dan meriah,” pungkas Edi.

Penulis: ChuEditor: Red