KOTA PASURUAN, NewsCakra.com — Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan, H. Farid Misbah, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya isu di media massa mengenai ketidakhadiran jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan dalam acara penutupan Kejuaraan Pencak Silat “Madinah van Java 2” Jawa Timur.
Farid menegaskan bahwa narasi yang berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya tepat dan perlu diluruskan agar tidak memicu kesalahpahaman. Menurutnya, ketidakhadiran Wali Kota maupun jajaran Pemkot pada seremoni penutupan memang sudah sesuai dengan konsep dan perencanaan awal panitia, Senin (21/9/2026).
“Sudah menjadi kesepakatan panitia dan pihak penyelenggara bahwa kami hanya mengundang Bapak Wali Kota pada saat pembukaan. Sementara untuk acara penutupan, memang kami konsep khusus secara internal di lingkungan IPSI dan panitia penyelenggara saja, sehingga beliau tidak kami undang,” jelas Farid.
Ia menambahkan bahwa perhatian Pemkot Pasuruan terhadap pembinaan olahraga pencak silat sangat luar biasa. Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya Wali Kota Pasuruan secara langsung pada saat pembukaan di tengah padatnya agenda pemerintahan.
“Di tengah kesibukan beliau yang saat itu sedang melaksanakan sidang paripurna, Bapak Wali Kota tetap menyempatkan hadir didampingi Ketua DPRD Kota Pasuruan serta perwakilan Disparpora. Bagi kami, itu adalah bentuk apresiasi dan perhatian yang sangat besar,” ungkapnya.
Farid menyampaikan rasa syukur karena kejuaraan yang diikuti ratusan peserta se-Jawa Timur ini dapat berjalan lancar dan sukses.
“Harapan kami klarifikasi ini dapat mendudukkan persoalan pada porsi yang sebenarnya sesuai fakta di lapangan, sehingga situasi tetap kondusif demi kemajuan olahraga pencak silat di Kota Pasuruan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari, S.T., M.T., saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp membenarkan bahwa pihak dinas tidak dilibatkan pada acara puncak tersebut. “Kita tidak diundang acara penutupan, hanya pembukaan saja,” balas Dyah.
Adapun saat dikonfirmasi terpisah melalui pesan singkat WhatsApp, Wali Kota Pasuruan, Dr. H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., juga menyampaikan hal senada dengan H Farid Misbah. Ia juga mengajak insan media untuk menghadirkan pemberitaan yang menyejukkan serta membangun kebersamaan, agar isu ini tidak menjadi polemik yang memecah belah persatuan.






