Piala Wali Kota Tanpa Wali Kota: Kecewa dan Dugaan Ego Politik Mewarnai Final U-45

Redaksi

KOTA PASURUAN NewsCakra.com — Turnamen sepak bola Walikota Cup U-45 yang digelar di lapangan rumah dinas Ketua DPRD Kota Pasuruan berakhir dengan nada miring. Ajang yang menyedot perhatian ratusan pegiat sepak bola ini menuai kekecewaan mendalam akibat ketidakhadiran Wali Kota Pasuruan, Dr. H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., maupun Wakil Wali Kota untuk menyerahkan trofi juara secara langsung. Minggu (6/9/26) sore

 

Kekecewaan terbesar datang dari Manajer Fortuna Star Sebani FC, Ayi Suhaya, S.H., yang juga selaku ketua GM-FKPPI Kota Pasuruan setelah timnya berhasil keluar sebagai Juara 1. Prosesi penyerahan piala justru diambil alih oleh Ketua DPRD Kota Pasuruan, hal yang dinilai rancu mengingat turnamen ini secara resmi membawa nama ajang kepemimpinan Wali Kota.

 

“Sangat disayangkan pimpinan daerah tidak hadir di ajang yang membawa namanya sendiri. Ini memberikan preseden yang kurang baik bagi pembinaan olahraga dan generasi muda di Kota Pasuruan,” tegas Ayi Suhaya.

 

Penyerahan trofi tersebut mulanya sangat dinantikan warga, anggota dewan, hingga para aktivis senior. Momen ini digadang-gadang menjadi ajang rekonsiliasi hangat antara Wali Kota dan Ayi Suhaya yang selama ini dikenal kerap berselisih pendapat di ruang publik.

 

Ketidakhadiran pimpinan daerah memicu tanda tanya besar. Menurut penuturan seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di lapangan, personel pengamanan sebenarnya telah dikerahkan ke lokasi sesuai instruksi protokol.

 

Ia mengungkapkan, protokol Pemkot telah menerjunkan personel untuk mengondisikan area lapangan sejak pukul 15.00 WIB. Namun, memasuki pukul 15.30 WIB, instruksi kehadiran Wali Kota mendadak dibatalkan tanpa alasan yang transparan.

 

Meski ada sumber internal yang menyebut Wali Kota tengah menghadiri agenda rapat mendesak di Surabaya di hari libur, spekulasi publik tetap bergulir liar. Muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa pimpinan daerah enggan bertatap muka langsung dengan Ayi Suhaya, dan hanya bersiap hadir apabila posisi juara diraih oleh tim lain.

Baca juga
Polres Situbondo Bongkar Praktik Judi Togel Online di Panarukan

 

Sebagai pimpinan daerah, publik berharap Wali Kota mampu menepis ego personal serta mengedepankan sportivitas dan kepentingan masyarakat di atas rivalitas politik. Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi besar agar agenda penyerahan penghargaan pada ajang serupa di masa mendatang dihadiri langsung oleh Wali Kota atau perwakilan resmi Pemkot Pasuruan.

Penulis: Ghan-ChuEditor: Red