NEWS CAKRA, SITUBONDO – Proyek Revitalisasi SMP Negeri 4 Panji yang berlokasi di Jl. Bukit Putih No.19, Desa Ardijirejo, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menuai sorotan tajam,Proyek ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBN dan dilaksanakan oleh P2SP itu diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai Juknis.
Hal itu terungkap setelah aktivis muda, Dicky, bersama tim turun langsung ke lokasi kegiatan,Kepada media ini, Dicky membeberkan sejumlah temuan yang dinilai janggal.
“Ada dugaan kusen dan genteng lama dipakai kembali. Ini proyek revitalisasi, bukan rehabilitasi tambal sulam. Materialnya harus baru dan sesuai spesifikasi,” tegas Dicky.
Tak hanya itu, Dicky juga menyoroti penggunaan semen yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam RAB.
“Juga material pasir dan batu kami ragukan legalitasnya. Tidak jelas tambangnya dari mana, apakah berizin atau tidak. Ini rawan jadi temuan,” tambahnya.

Dicky menilai lemahnya pengawasan menjadi biang dari bobroknya pelaksanaan proyek tersebut. “Proyek ratusan juta dari uang rakyat, tapi pengawasan di lapangan sangat lemah. Seolah dibiarkan Para Pekerja bekerja seenaknya. Konsultan pengawas dan dinas terkait tutup mata?” sindirnya.
Ia mendesak agar Pihak terkait turun tangan untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek SMPN 4 Panji.
“Jangan sampai dunia pendidikan di Situbondo dikorbankan demi keuntungan oknum, Kualitas bangunan sekolah taruhannya adalah keselamatan siswa,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana P2SP dan konsultan pengawas belum berhasil dikonfirmasi.






