NEWS CAKRA, SITUBONDO — Proyek peningkatan jalan ruas Trebungan-Trebungan (R. 278) di Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Pasalnya, pekerjaan lapen (lapisan penetrasi macadam) yang baru saja rampung kini sudah mengalami kerusakan, retak, dan ambles di sejumlah titik.
Seorang warga setempat berinisial BND mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pengerjaan proyek tersebut. Ia menduga proyek dikerjakan secara asal-asalan, terbukti dari minimnya penggunaan aspal perekat yang membuat material batu mulai terkelupas.
“Di beberapa titik, batu-batunya sudah mulai terkelupas. Ada juga titik yang ambles karena tidak dipasangi batu tepi di lokasi yang rawan,” ujar BND, menyoroti pentingnya lapen sebagai fondasi utama penentu kekuatan sebelum dilapisi aspal hotmix.

Mengingat lapen merupakan struktur krusial untuk menopang ketahanan jalan jangka panjang, BND mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemukiman (PUPP) Kabupaten Situbondo untuk turun tangan. Ia meminta tim pengawas lapangan lebih memaksimalkan fungsinya agar kualitas fisik proyek sesuai dengan standar dan dapat bertahan lama demi kepentingan mobilitas warga.
Berdasarkan papan informasi di lapangan, proyek peningkatan jalan ini dikerjakan oleh CV. Putra Nuzul. Kegiatan tersebut menelan anggaran senilai Rp139.584.004,52 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas PUPR Kabupaten Situbondo.
Hingga berita ini diturunkan, pihak rekanan pelaksana maupun instansi terkait Dinas PUPP Situbondo belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan dini pada proyek infrastruktur tersebut.






