KABUPATEN BANDUNG
Newscakra — Hotel Grand Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menargetkan tingkat hunian atau okupansi sebesar 70 persen hingga akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, manajemen memperkuat strategi pemasaran, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan pasar wisatawan domestik dan tamu korporat di tengah kondisi industri perhotelan yang masih menantang.
General Manager Grand Sunshine, Darmawan P. Drajat, mengatakan, tingkat hunian hotel pada periode Januari hingga Agustus 2026 rata-rata mencapai 58 persen. Sementara itu, tren okupansi tahun ini mengalami pergeseran dibandingkan pola tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya, tingkat hunian mulai naik sejak Agustus dan mencapai puncaknya pada September. Namun, tahun ini September justru mengalami kelesuan, baik di tingkat hotel maupun kota. Sebaliknya, Agustus menunjukkan tren positif,” kata Darmawan saat ditemui, Jumat (23/10/2026).
Ia berharap peningkatan aktivitas bisnis pada kuartal IV 2026 dapat mendorong pertumbuhan okupansi. November, misalnya, biasanya menjadi periode padat untuk agenda audit perusahaan BUMN dan swasta. Selain itu, terdapat potensi penyelenggaraan rapat dinas pemerintah yang sebelumnya tertunda.
Menurut Darmawan, kondisi ekonomi makro dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut memengaruhi permintaan terhadap layanan perhotelan, terutama untuk kegiatan pertemuan dan acara bisnis.
Karena itu, Grand Sunshine mengandalkan wisatawan domestik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Bandung, dan Sumedang untuk meningkatkan kunjungan pada akhir pekan. Sementara pada hari kerja, pasar korporat dan pemerintahan menjadi salah satu segmen yang dibidik.

Perkuat Pelayanan dan Produk Lokal
Untuk mengejar target okupansi, manajemen meningkatkan aktivitas pemasaran sekaligus menjaga kualitas layanan. Kebersihan, pelayanan kepada tamu, dan inovasi kuliner menjadi bagian dari strategi mempertahankan daya saing hotel.
Grand Sunshine menawarkan konsep multi-cuisine di lounge lantai sembilan serta sajian kuliner Sunda di restoran sekitar lobi. Strategi ini dilakukan untuk memberikan pilihan kuliner yang beragam sekaligus menghadirkan cita rasa lokal bagi para tamu.
Selain mengembangkan layanan, hotel tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani lokal dalam rantai pasok kebutuhan dapur.
Darmawan mengatakan, sejumlah bahan pangan, seperti terasi, kerupuk, petai, dan jengkol, diperoleh langsung dari pedagang sekitar. Hotel juga menggunakan kopi lokal dari kawasan Puntang dan Ciwidey sebagai bagian dari upaya mendukung produk daerah.
“Kami secara sadar memberdayakan UMKM dan petani sekitar. Kebutuhan dapur dipasok langsung dari pedagang tetangga. Untuk kopi, kami secara eksklusif menyajikan kopi lokal asal Puntang dan Ciwidey,” ujarnya.
Gandeng Seniman Lokal dan Manfaatkan Momentum Persib
Komitmen terhadap potensi lokal juga diwujudkan melalui keterlibatan seniman dan musisi dari lingkungan sekitar hotel. Pertunjukan musik dengan beragam genre, mulai dari reggae hingga Top 40, digelar pada malam hari. Sementara pada akhir pekan, tamu dapat menikmati pertunjukan kecapi suling yang mengangkat kesenian tradisional Sunda.
Hotel juga melibatkan tokoh masyarakat setempat secara bergiliran sebagai khatib salat Jumat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan manajemen untuk membangun hubungan dengan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, keberadaan Persib Bandung turut memberikan peluang bagi bisnis hotel. Grand Sunshine menjadi tempat transit, briefing dan doa bersama skuad Maung Bandung dalam lima laga kandang terakhir mereka di Stadion Si Jalak Harupat..
Darmawan menyebut, dalam periode tersebut Persib tidak mengalami kekalahan, dengan hasil pertandingan minimal imbang. Meski demikian, hasil pertandingan merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dijadikan satu-satunya penentu kinerja bisnis hotel.
Kehadiran Persib juga menarik minat sejumlah suporter untuk menginap. Momentum tersebut turut menghadirkan interaksi antarsuporter, termasuk pengunjung dari Vietnam yang menikmati fasilitas lounge hotel.
Dengan menggabungkan strategi pemasaran, peningkatan pelayanan, penguatan kuliner lokal, dan kemitraan dengan masyarakat, Grand Sunshine berupaya menjaga daya saing sekaligus mengejar target okupansi 70 persen hingga penghujung 2026.






