Dugaan Penyelewengan Bantuan Sapi di Desa Sidoluhur: Kades Bungkam, Kasun Lempar Tanggung Jawab

Redaksi
Oplus_16908288

MALANG newscakra.com – Dugaan ketidakberesan dalam penyaluran program bantuan sapi di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mulai memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Hingga Rabu (29/7), jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoluhur terkesan menutup diri dan enggan memberikan keterangan transparan terkait realisasi bantuan tersebut.

 

Investigasi di lapangan mengindikasikan adanya praktik rekayasa administrasi demi memuluskan laporan pertanggungjawaban program.

 

Salah satu warga Desa Sidoluhur berinisial P membeberkan modus yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa. Kepada Tim Investigasi, P mengaku sempat dimanfaatkan oleh oknum Kepala Dusun (Kasun) Sidoluhur berinisial L untuk kepentingan dokumentasi seolah-olah dirinya adalah penerima manfaat.

 

“Saya pernah diajak salah satu oknum Kasun Sidoluhur, inisial L, ke Gunung Tumpuk. Di sana saya disuruh foto bareng sapi, lalu setelah itu diberi uang Rp50 ribu,” ungkap P.

Kesaksian P tersebut diperkuat oleh keterangan warga setempat, Mail (bukan nama sebenarnya), yang membenarkan adanya pergerakan janggal terkait dokumentasi bantuan sapi yang melibatkan warga non-peternak tersebut.

 

Saat Tim Investigasi mencoba melakukan klarifikasi kepada Kasun L di sebuah warung kopi di depan Balai Desa Sidoluhur, yang bersangkutan menolak memberikan penjelasan mendalam.

 

“Saya tidak berhak untuk menjawab,” ujar L singkat seraya mengelak dari pertanyaan wartawan.

 

Sikap mengelak juga ditunjukkan oleh Kepala Desa (Kades) Sidoluhur berinisial M. Saat dikonfirmasi, M awalnya mengeluarkan pernyataan retoris yang mengejutkan.

 

“Saya tidak tahu apa-apa,” klaim Kades M.

 

Namun, pernyataan tersebut langsung berubah dalam hitungan menit, memicu kontradiksi atas bicaranya sendiri. M kemudian menambahkan bahwa urusan bantuan sapi telah diserahkan sepenuhnya kepada kelompok masyarakat.

 

“Bukan tidak tahu Mas, tapi sudah pembentukan Ketua Kelompok Desa,” kelitnya, mencoba mengaburkan ketidaktahuannya di awal.

Baca juga
Infrastruktur Desa Besah Kian Mantap, Rigid Beton Tahap II BKKD Rampung 100 Persen

 

Sentimen negatif dan kecurigaan warga semakin menguat setelah Tim Investigasi bergeser ke Dusun Blandongan. Di lokasi tersebut, warga berinisial K mengeluhkan sistem transparansi dan akuntabilitas pemilihan penerima manfaat bantuan.

 

“Saya sudah pernah daftar dua kali (sebagai pengaju bantuan sapi), tetapi sampai sekarang tidak pernah direspons sama sekali oleh ketua kelompok sapi,” keluh K.

 

Satu-satunya respons kooperatif datang dari Sekretaris Desa (Carik) Sidoluhur. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Carik menyatakan akan segera menelusuri kejanggalan yang ditemukan oleh tim media ke tingkat bawah.

 

“Siap, matur nuwun (terima kasih) Pak. Segera saya tindak lanjuti dugaan jenengan (Anda), dan segera saya kasih jawaban. Saya meluncur ke ketua kelompok peternak dulu engge (ya),” tulis Carik dalam pesan singkatnya.

 

Namun, hingga berita ini naik cetak dan ditayangkan, belum ada konfirmasi ataupun klarifikasi tertulis lanjutan, baik dari Carik maupun pihak otoritas Pemdes Sidoluhur secara resmi. (Tim/Bersambung)

Editor: Red