KOTA PASURUAN NewsCakra.com — Kasus dugaan penipuan rekrutmen tenaga kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedarsono (RS Purut) Kota Pasuruan menggelinding panas. Ratusan pencari kerja diduga menjadi korban sindikat penipuan berkedok penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) dengan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, Jumat (08/05/2026).
Berdasarkan investigasi dan data yang dihimpun tim awak media dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, para korban ditarik biaya masuk dengan nominal variatif, mulai dari Rp900.000,- hingga jutaan rupiah per orang.
Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa rekrutmen bermasalah ini digerakkan oleh PT Outsourcing Cakrawala Cita Satnusa. Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan, para calon pekerja justru gigit jari karena Direktur perusahaan tersebut kini mendadak sulit dihubungi dan diduga melarikan diri.
“Penjaringan tenaga kerja ini dilakukan lewat PT tersebut. Sekarang posisi direkturnya diduga kabur. Kami juga mengendus adanya dugaan ‘main mata’ atau keterlibatan oknum orang dalam di lingkungan rumah sakit yang memuluskan aksi ini,” beber narasumber tersebut.
Upaya konfirmasi tim telah dilakukan kepada Direktur PT Outsourcing berinisial DD melalui dua nomor WhatsApp miliknya, namun hingga berita ini ditulis, tidak ada respons maupun jawaban yang diberikan.
Dikonfirmasi tim secara terpisah, Direktur RSUD dr. R. Soedarsono, dr. Adi (sapaan akrabnya), menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak terlibat langsung dalam skema rekrutmen tersebut karena proses penyediaan tenaga kerja merupakan tanggung jawab penuh pihak ketiga.
“Rekrutmen tenaga kerja tersebut bukan ranah kami, dan itu ranah perusahaan outsorching,” kelit dr. Adi.
“Dan bila ada dugaan orang dalam silahkan di konfirmasi lebih lanjut, serta kalau bisa konfirmasi ketemu aja langsung, karena etika,” tambahnya, yang tampak kurang nyaman saat diwawancarai oleh salah satu anggota tim melalui sambungan telepon dan pesan singkat.
Kondisi ini memantik reaksi keras dari aktivis antikorupsi. Ketua LSM Jawapes DPD Jatim, H. Sugeng Samiadji, mengecam keras adanya dugaan praktik pungli dan suap dalam proses rekrutmen di instansi pelayanan publik daerah.
“Dugaan praktik suap untuk masuk kerja di lingkungan pemerintahan, BUMN, maupun BUMD itu tindakan biadab! Ini merampas hak masyarakat kecil yang benar-benar butuh pekerjaan,” geram pria yang akrab disapa Cak Kaji tersebut.
Cak Kaji memaparkan lima dampak fatal jika praktik koruptif ini dibiarkan menjamur di RSUD Soedarsono:
– Merusak Mutu Layanan: Menurunkan kualitas dan produktivitas kerja karena seleksi tidak berbasis kompetensi.
– Kebocoran Anggaran: Berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara/daerah.
– Demoralisasi: Merosotnya kepercayaan publik secara drastis terhadap kredibilitas rumah sakit plat merah.
– Ketidakadilan Sosial: Menutup kesempatan bagi masyarakat kompeten yang tidak memiliki uang “pelicin”.
– Merusak GCG: Melemahkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Tidak tinggal diam, LSM Jawapes DPD Jatim menjadwalkan aksi audiensi resmi di RSUD dr. R. Soedarsono pada Senin, 11 Mei 2026 mendatang.
Selain mengusut tuntas nasib ratusan korban rekrutmen, pihak LSM juga akan membedah sejumlah kejanggalan lain yang terjadi di RS Purut. Di antaranya terkait transparansi lelang proyek fisik, pelaksanaan mini kompetisi, isu merosotnya pendapatan fungsional rumah sakit, hingga kebijakan pengurangan tenaga kerja sepihak yang belakangan ini berembus kencang. (*)






