PROBOLINGGOO,Newscakra.com – Sebuah unggahan video yang memperlihatkan adanya ulat dalam paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di grup WhatsApp warga. Insiden tersebut diketahui terjadi di Dusun Pendil, Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo pada Rabu (15/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola dan kader pelaksana memberikan klarifikasi resmi terkait temuan yang sempat meresahkan orang tua siswa tersebut.
Salah satu Sumber,Yang Tidak Mau Disebutkan Identitasnya, membenarkan temuan benda asing dalam menu sayuran tersebut. Beruntung, ulat tersebut ditemukan sebelum makanan dikonsumsi oleh siswa.
”Benar, ada ulat mati yang ditemukan pada sayur kacang panjang di salah satu wadah menu MBG. Namun, kami pastikan makanan tersebut belum sempat dikonsumsi oleh siswa,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (15/4).
Menurutnya munculnya ulat tersebut murni akibat kelalaian manusia (human error) saat proses pencucian dan persiapan bahan baku. Skala distribusi yang besar diduga menjadi faktor kelelahan petugas di lapangan.
• Volume Distribusi: SPPG Opo-Opo mendistribusikan MBG Sangat Banyak setiap harinya.
• Faktor Kelalaian: Petugas bagian persiapan diduga mengalami kelelahan sehingga kurang teliti dalam menyortir sayuran.
Meskipun temuan ini hanya terjadi pada satu porsi, Sumber menegaskan bahwa pihaknya tidak meremehkan kejadian ini dan akan menjadikannya bahan evaluasi total.
Perwakilan staf SPPG Opo-Opo, Lutfi, secara terbuka mengakui adanya kelemahan dalam sistem pengawasan kualitas (quality control) di pihak penyelenggara.
”Kami mengakui kesalahan ini. Ada kurang ketelitian dari pihak kami dalam proses sortir bahan makanan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ungkap Lutfi kepada awak media.
Atas insiden ini, berbagai pihak mendesak penyelenggara program MBG untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari:
1 . Standar Operasional Prosedur (SOP): Pengetatan proses pencucian sayuran.
2 . Pengawasan Berlapis: Penambahan petugas pengawas higienitas sebelum makanan dikemas.
3 . Kesehatan Lingkungan: Memastikan area dapur tetap steril meski dalam tekanan produksi porsi besar.
Pihak pengelola berjanji akan memperketat pengawasan agar program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah ini tidak tercoreng oleh masalah sanitasi di masa mendatang.






